Tahun Ini Tak Bisa Pemekaran, Mimpi Kota Batu Jadi Daerah Otonom Gagal Terwujud

MALANGTIMES - Sesuai dengan aturan undang-undang untuk menjadi daerah otonom harus memiliki empat kecamatan. Tetapi Kota Batu saat ini hanya memiliki tiga kecamatan. Dan angan-angan memiliki empat kecamatan tersebut tidak dapat terlaksana pada tahun 2019 ini. 

Tiga kecamatan itu yakni Junrejo, Batu, dan Bumiaji. Dari tiga kecamatan ini yang memiliki penduduk paling banyak adalah Kecamatan Batu adalah 97.490 jiwa. 

“Untuk menjadi daerah otonom minimal empat  Kecamatan. Kita masih 3, tapi menurut aturan Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2019 ini se Jawa tidak diperkenankan ada pemekaran ataupun penggabungan,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Tidak berkecil hati, meskipun gagal melakukan pemekaran pada tahun ini bakal dimanfaatkan dengan melaksanakan pendalaman pengkajian. 

Sebab pemekaran itu dirasa sangat dibutuhkan salah satunya faktor di Kota Batu karena jumlah penduduk banyak. Oleh karena itu pemekaran bakal dilakukan di Kecamatan Batu tepatnya di kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, dan Kelurahan Ngaglik.

“Lalu sama di Kecamatan Bumiaji di Desa Giripurno. Rencananya akan kami lakukan pengkajian dulu. Sebab di sana jumlah penduduk banyak,” imbuhnya. 

Untuk masing-masing daerah tersebut jumlahnya seperti di Kelurahan Temas ada 17.399 jiwa. Lalu Kelurahan Sisir ada 20.676 jiwa. Dan Kelurahan Ngaglik ada 12.585 jiwa. Sedangkan di Desa Giripurno ada 10.755 jiwa. 

Menurutnya agar Kota Batu bisa melalukan pemekeran perlu adanya persetujuan antara masyarakat kota Batu dan DPRD Kota Batu.

“Salah satu syarat penting adalah persetujuan dari warga Kota Batu dan DPRD Kota Batu. Ya semoga pengkajian di tahun ini maksimal, sehingga nanti di tahun 2020 ada perubahan peraturan,” harap manta anggota PDRD Kabupaten Malang Ini. 

Sedang setelah melakukan pengkajian lanjut Punjul, pihaknya akan melaporkan kepada Kemendagri melalui gubernur, untuk diserahkan ke Mendagri.

Top