GN (kaus hitam), pelaku pencabulan, saat diperiksa di Mapolsek Semboro. (foto : istimewa / Jatim TIMES)

GN (kaus hitam), pelaku pencabulan, saat diperiksa di Mapolsek Semboro. (foto : istimewa / Jatim TIMES)



MALANGTIMES - Moral sebagian remaja saat ini benar-benar memiriskan. Tidak heran jika banyak yang membuat meme tulisan yang berbunyi: ‘Sisakan Perawan untukku’". 

Hal itu tidak lepas dari pergaulan remaja saat ini yang sudah di luar batas kewajaran dan tanpa ada rasa malu-malu lagi. Seperti yang dialami oleh Kemayuwati (bukan nama sebenarnya), gadis asal Kecamatan Gumukmas, Jember,.

Dia  harus rela kegadisannya terkoyak saat masih duduk di bangku SMP. Ironisnya, yang mengoyak bukan calon suami atau pacarnya, tapi GN (18), warga Dusun Besuki, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Jember, yang baru dikenalnya.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat 22 Februari 2019 lalu. Saat itu GN berhasil merenggut kegadisan Kemayuwati di rumahnya sendiri usai keduanya minum miras oplosan. Kejadian ini bermula saat GN menghubungi Kemayuwati yang baru dikenalnya untuk main ke rumah. Tanpa ada rasa waswas atau takut, Kemayuwati memenuhi undangan GN.

Sesampai di rumah GN, rupanya pelaku memanfaatkan situasi rumah yang sepi dengan menyuguhkan miras kepada korban Kemayuwati. Saat korban mulai mabuk, GN mengajak korban untuk masuk ke kamarnya dan diajak berhubungan layaknya pengantin di malam pertama.

“Dari pengakuan tersangka, saat itu korban sempat menolak. Namun oleh pelaku, bajunya dibuka paksa sehingga terjadi pencabulan. Usai melakukan pencabulan, pelaku mengajak korban untuk keluar kamar dan duduk-duduk di ruang tamu,” ujar Kapolsek Semboro Iptu Fathur Rohman,  Rabu (27/2/2019).

Tidak hanya sekali itu. Menurut kapolsek, pelaku mengulangi lagi perbuatannya pada hari berikutnya, “Dari interogasi yang kami lakukan, pelaku tidak hanya sekali meniduri korban,” kata kapolsek.

Peristiwa ini sendiri terungkap setelah korban tidak pulang selama dua hari, tepatnya sejak Jumat (22/2/2019). Korban yang saat itu pamit berangkat sekolah tidak pulang. Meski  orang tuanya mencari ke mana-mana, korban baru pulang pada Sabtu malam.

 “Saat korban pulang itu, oleh orang tuanya ditanya. Dia mengaku menginap di rumah teman. Namun saat didesak, akhirnya mengakui jika sudah ditiduri oleh GN. Kemudian orang tua korban lapor ke polisi. Karena lokasi pencabulan di wilayah hukum kami, orang tua korban lapor ke Polsek Sembotro,” ungkap kapolsek.

Fatur menambahkan, karena tersangka dan korban sama-sama masih di bawah umur, maka penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember. Polisi menyita barang bukti yaitu satu buah kaus warna hitam tanpa kerah dengan motif mutiara bertuliskan pizza milik korban. Juga satu buah celana panjang jenis kain jins warna biru muda milik korban serta satu buah celana dalam warna pink polos dan bra.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1), (2) Junto Pasal 76 D dan atau 82 Ayat (1) Junto 76 E Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 tentang tindak pidana setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya, dan atau setiap orang dilarang melakukan tipu muslihat melakukan serangkain kebohongan atau membujuk untuk melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul. "Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar rupiah," ujar Fatur. 

 

End of content

No more pages to load