Foto bersama usai pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Malang Periode 2019-2023 (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Foto bersama usai pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Malang Periode 2019-2023 (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Salah satu upaya untuk mengentaskan pengangguran di Kota Malang adalah melalui pendidikan nonformal. 

Salah satu jenis pendidikan nonformal adalah kursus-kursus. 

Kursus, seperti halnya pendidikan nonformal yang lain seperti PAUD, TK, dan Kejar Paket, berada di bawah binaan Dinas Pendidikan Kota Malang.

Nah, salah satu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan nonformal adalah Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia, Tiara Kusuma. 

Tiara Kusuma, yang bergerak di bidang pendidikan nonformal, memiliki peranan yang sangat besar dalam memajukan pendidikan nonformal, yaitu melalui lembaga kursus dan pelatihan.

Siang tadi (27/2), Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM melantik dan mengukuhkan pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Malang Periode 2019-2023 di Aula Dinas Pendidikan. 

Menurut Zubaidah, lembaga pendidikan nonformal bisa membantu mengentaskan kemiskinan, kebodohan, dan kemalasan.

“Lembaga kursus bisa tak berbayar. Caranya dengan bekerjasama dengan pemerintah dengan mengajukan ke Kemendikbud,” ujarnya.

Yang direkrut sendiri yakni dari siswa kejar paket atau masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dan ingin membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan lembaga kursus menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan nonformal.

"Saya sampaikan juga ucapan terima kasih. Lembaga kursus-kursus ini menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan nonformal," ujarnya.

Lebih lanjut Sutiaji menyatakan bahwa tugas pengelola usaha kecantikan saat ini adalah memperhatikan produk-produknya. 

Sebab, saat ini marak produk-produk yang kandungannya berbahaya.

"Saat ini lagi banyak disorot berkaitan dengan masalah kecantikan. Ada obat-obat yang memang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya kosmetik. Maka ini tanggung jawab bagi pengelola kecantikan, baik salon maupun rias, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ia memohon kepada pengelola usaha agar menomorsatukan keamanan konsumen.

Dikatakan Sutiaji bahwa konsumen menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan seluruh pengusaha kecantikan.

"Kami InsyAllah akan selalu memantau produk-produk itu," pungkasnya.

End of content

No more pages to load