Minim Ruang Terbuka Hijau, Pemkot Malang Bakal Pindah Median Jalan Basuki Rahmat

Feb 27, 2019 09:01
Ilustrasi, wisatawan tengah berfoto di ruko-ruko di Jalan Basuki Rahmat yang akan dijadikan kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi, wisatawan tengah berfoto di ruko-ruko di Jalan Basuki Rahmat yang akan dijadikan kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang masih minim. Dari luas wilayah 145,28 kilometer persegi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang baru berhasil membangun sekitar 4 persen RTH publik. 

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Namun, dalam waktu dekat, pemkot justru akan memindah salah satu taman median. Yakni di ruas Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengakui bahwa luas RTH masih kurang. Bahkan Undang-Undang 26/2007 tentang Penataan Ruang mengharuskan daerah memiliki 30 persen RTH dari luas wilayah. Yakni meliputi RTH publik yang disediakan pemerintah sebesar 20 persen dan 10 RTH privat. "Kewajiban daerah memenuhi 30 persen. Kita di Kota Malang baru 4 persen lebih. Belum sampai 5 persen," ungkapnya. 

Selain taman-taman dan hutan kota, lanjut Sutiaji, angka 4 persen RTH di Kota Malang itu juga mencakup taman median atau pembatas jalan. "Taman-taman semua didata, termasuk median jalan. Ketika dibongkar, kena pidana. Wali kota jelas dipidana kalau melakukan (pembongkaran taman median jalan) itu," ucapnya.

"Yang rencananya dibongkar itu median di ruas Jalan Basuki Rahmat dan dialihkan ke sisi samping," tambah Mas Aji, sapaan akrabnya.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Pembongkaran itu berkaitan dengan rencana Pemkot Malang membangun kawasan Kayutangan Heritage. "Karena nanti di sana jadi jalur satu arah. Jalur Kayutangan dibuat seperti Braga, Bandung," urainya. 

Sebelumnya, publik di Kota Malang dihebohkan oleh munculnya petisi daring yang menolak pembongkaran taman median Jalan Bandung. Sutiaji sendiri menyebut bahwa petisi itu salah alamat. "Tidak ada sama sekali pembongkaran median (Jalan Bandung). Itu salah persepsi antara median dan trotoar," katanya.

Namun, pria yang juga pengurus PCNU Kota Malang itu menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan warganet atau netizen. "Munculnya petisi dan sambutan netizen itu menunjukkan kalau masyarakat semakin memberikan sumbangan pikiran-pikiran, mengingatkan pemkot jangan main-main seenaknya. Aturan undang-undang juga harus ditaati," pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangMinim Ruang Terbuka HijauMedian Jalan Basuki RahmatPemerintah Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru