Kondisi jalan di Shelter bus Jusuran Surabaya Terminal Arjosari yang rusak parah (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kondisi jalan di Shelter bus Jusuran Surabaya Terminal Arjosari yang rusak parah (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kondisi Shelter Bus Patas Jurusan Surabaya di Terminal Arjosari dalam kondisi memprihatinkan. 

Sebab, kondisi jalan, sudah benar-benar tak rata, banyak jalan ambles dan berlumpur sepanjang kurang lebih 20 meter. 

Hal tersebut  juga diperparah dengan banyaknya bus yang terus lewat setiap hari hingga membuat kondisi jalan semakin ambles dan bergelombang.

Kondisi jalan seperti ini, sebenarnya sudah banyak dikeluhkan para pengemudi bus, dimana kondisi jalan tersebut bisa membahayakan armada bus.

Salah pengemudi bus jurusan Surabaya, Purwadi menejelaskan kondisi jalan seperti itu memang membahayakan. 

Sebab, bukan tidak mungkin bus akan mengalami kerusakan jika melewati jalan ambles sepanjang beberapa meter tersebut.

"Nggak nyaman dibuat jalan. Kita juga khawatir nanti ngerusak armadanya. Tapi untungnya selama ini belum ada yang mengalami kerusakan," jelasnya ditemui di Terminal Arjosari, Selasa (26/2/2019).

Sepengetahuannya selama ini, masih belum ada tindakan. 

Petugas saat itu memang pernah melakukan pengukuran dari jalan tersebut, namun untuk tindaklanjutnya belum ada sampai saat ini.

"Cuma diukur aja belum ada tindaklanjutnya," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang Juru Penumpang (Jupang) di Terminal Arjosari Ardi menjelaskan kondisi ini memang sudah lama terjadi. 

Selama beberapa bulan dilewati dalam kondisi becek akhirnya rusak dan ambles.

Melihat kondisi itu, kemudian teman-teman akhirnya memberikan batu bata pada lokasi yang becek tersebut agar bisa dilewati bus. Sebab kalau tidak seperti itu, jika akan lewat bus memang mengalami kesulitan.

"Kalau hujan di sini becek. Untuk jalan memang nggak nyaman. Sudah ngadu sama Dinas Perhubungan. (Dishub) sekitar satu bulanan. Tapi masih belum ada tindak lanjut lagi. Cuma seminggu kemarin sudah diukur sama petugas. Namun initinya kami berharap agar segera diperbaiki," tambah Joko, salah seorang perwakilan pengemudi bus.

Di sisi lain, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari, Hadi Supeno, menjelaskan jika kondisi jalan tersebut belum lama ini rusak. 

Jalan tersebut baru rusak saat ketika terdapat hujan yang deras beberapa hari belakangan.

"Kondisi ini sudah saya laporkan ke kementrian pusat, karena yang punya wewenang menangani sana. Dan saat ini sudah dibuatkan rencana anggaran biaya proyek pembangunan. Dan itu dilakukan pihak ketiga," jelasnya.

Sebagai antisipasi, ketika masa perbaikan dilakukan, pihaknya juga berencana, untuk bagaimana agar dalam perjalanan bus tidak terganggu, yang hal itu bisa saja pengalihan jalur sementara kemudian jalurnya diratakan.

"Ya memang hujan beberapa waktu kemudian kemudian airnya masuk, bus lewat terus sehingga jalan menjadi seperti itu hancur, nggak tahu dulu pembangunannya gimana. Padahal yang lain nggak rusak. Nggak ada bulanan, paling satu mingguan," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, terkait anggaran perawatan sendiri, pihaknya menyebut angkanya tidak besar,  hanya sekitar Rp 75 juta dalam satu tahun untuk perawatan segala jenis kerusakan di terminal.

"Nggak cukup sebenarnya. Tapi di sini saya sudah sempat menghubungi pihak ketiga agar landasannya menjadi prioritas. Pokoknya rencana anggarannya jadi diajukan ke pusat, ACC-nya langsung dikerjakan. Tapi sudah saya tekannya, pada pihak ketiga, dan besok rencana anggarannya selesai dan akan segera dikirim," pungkasnya.