Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Wacana pemasangan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di semua sekolah di Kota Malang masih belum akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih menunggu rincian kebutuhan dan anggarannya. 

Seperti diketahui, wacana itu muncul pasca adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah. 

Pemkot berencana memasang CCTV agar pengawasan proses belajar mengajar bisa dilakukan secara maksimal. 

"Kami pastikan di tahun anggaran 2019 ini, tetapi tidak bisa langsung," ujar Wali Kota Malang Sutiaji. 

Menurut Sutiaji, berdasarkan pemetaan awal yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, sebagian sekolah sudah memasang CCTV secara mandiri. 

"Jadi prosesnya masih jalan. Didata dulu kebutuhannya berapa, idealnya di setiap sekolah berapa, juga nanti operasionalnya. Sudah saya instruksikan ke dinas pendidikan," tutur Mas Aji, sapaan akrabnya. 

"Namanya anggaran itu kan harus diajukan dulu, baru didok, lalu harus melalui lelang dulu. Nggak bisa suka-suka pakai anggaran," tambah pria yang juga pengurus PCNU Kota Malang itu.

Sembari menunggu pelaksanaan wacana itu, Sutiaji mengimbau agar sekolah lebih proaktif agar kejadian yang sama tidak terulang. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menambahkan bahwa kejadian dugaan tindak kekerasan seksual pada anak yang terjadi itu menjadi perhatian khusus. 

"Saya kira ini momentum untuk konsolidasi, menjadi pelajaran untuk bisa memperbaiki situasi ke depan terutama pengamanan pada anak," tegasnya. 

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus sangat peduli. 

Pasalnya, kejadian yang baru terbongkar pada awal 2019 ini dirasa sangat mengejutkan. 

"Pihak sekolah mesti cermat mengontrol, karena kan setiap hari ketemu, kok sampai terjadi seperti itu. Mulai dinas pendidikan, pemerhati anak, seluruh stake holder terkait harus kompak mulai saat ini meminimalkan pelecehan pada anak," sebut Bung Edi, sapaan akrabnya.

"Saya kira semua pihak harus introspeksi, ini menjadi starting point menuju kebaikan," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan kekerasan seksual pada anak di salah satu sekolah dasar di Kota Malang sempat membuat orang tua khawatir. 

Sebab, tindakan asusila yang dilakukan oknum guru olahraga berinisial IM ini membuktikan bahwa pengawasan proses belajar mengajar di sekolah masih kurang.

End of content

No more pages to load