MALANGTIMES - Seorang bocah SD berinisial KL (9) ditemukan tewas di dekat perangkat sound system di Dusun Sumberejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Senin (25/2/2019). Lokasi tersebut tak jauh dari tempat tinggal korban. 

Peristiwa ini cukup menggegerkan warga setempat. Saat ditemukan, korban KL masih memakai seragam sekolah.

"Kami mendapat laporan terkait kejadian tersebut. Kemudian bersama tim medis, kami langsung ke lokasi dan membawa korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia ke Puskesmas Garum untuk dilakukan visum luar," ungkap Kapolsek Garum AKP Rusmin.

Saat ditemukan, posisi korban telungkup tepat di bawah sound system yang sedang berbunyi cukup keras memeriahkan acara hajatan. Kemudian para saksi membawa korban ke teras rumah terdekat karena saat kejadian sedang turun hujan. Namun, saat diberi pertolongan, kondisi korban sudah tak beryawa.

"Saksi yang berada di lokasi kejadian mengevakuasi korban ke dalam rumah dengan harapan korban masih bisa diselamatkan. Namun saat itu kondisi korban sudah tidak bergerak sama sekali," ungkap kapolsek.

Hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kemungkinan korban tersetrum aliran listrik dan dan tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul.  "Korban diduga mengalami penyakit jantung dan memiliki riwayat penyakit dalam," katanya.

Sementara, berdasarkan keterangan tetangga di tempat tinggal korban, KL kerap terlihat merokok. Tak hanya itu. KL yang biasa ikut kedua orang tuanya memulung itu juga pernah meminum air dari bekas tempat aki  motor yang ditemukan di tempat sampah. 

"Biasanya memang kalau ada orang dewasa merokok di dekatnya, dia minta sebatang. Selalu seperti itu. Bahkan dulu pernah nemu bekas tempat aki motor dan di dalamnya ada airnya, langsung diminum," ujar Siti, tetangga dekat korban. 

Meski begitu, kata Siti, KL sama sekali tidak pernah menunjukkan gejala sakit. KL tetap terlihat sehat dan aktif. Namun, para tetangga yang mengingatkan KL untuk tak merokok bahkan menerima tentangan dari ibu korban.

"Ya anaknya nggak pernah sakit kalau saya lihat. Tetap main seperti biasa. Bahkan tiga hari sebelum ditemukan meninggal, saya lihat sendiri masih main sambil merokok. Kami juga sering mengingatkan agar tidak merokok. Tapi kata ibunya biarin saja," imbuhnya.

Perangkat desa setempat menuturkan kebiasaan merokok KL diduga karena kondisi keluarganga yang menderita keterbelakangan mental. Selain kedua orang tua KL, kakak perempuan KL juga mengalami keterbelakangan mental. Selain mengalami keterbelakangan mental, keluarga KL juga bisa dikatakan memiliki keterbatasan ekonomi. Kedua orang tua KL bekerja sebagai pemulung. Sementara kakaknya sering meninggalkan rumah tanpa kabar.

"Kalau korban sebenarnya normal anaknya. Cuma memang agak hiperaktif. Namun karena kondisi kedua orang tuanya dan juga kakaknya itu mengalami keterbelakangan mental, mungkin menjadi salah satu faktor anak ini seperti itu (suka merokok)," ungkap Sholikin, perangkat Desa Karangrejo.