Prosesi wisuda ke 86 di UINSA

Prosesi wisuda ke 86 di UINSA


Editor


MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) baru saja menggelar proses wisuda, Minggu (24/2) lalu. Sebanyak 862 sarjana dikukuhkan pada prosesi wisuda ke-86 untuk program doktor, magister dan sarjana semester gasal periode Februari tahun akademik 2018/2019 itu. 

Bertempat di Gedung Sport Center and Multipurpose UIN Sunan Ampel Surabaya, wisudawan lima fakultas dikukuhkan pada kesempatan tersebut. Yaitu dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). 



Namun,  proses wisuda ini menyisakan sebuah kisah. Salah satunya ada seorang wisudawati yang berlalu begitu saja di hadapan Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy. Padahal, wisudawan serta wisudawati yang lainnya sempat berhenti dan memberi hormat.

Saat jalan ke depan, wisudawati yang memakai cadar berwarna abu-abu tersebut lewat begitu saja di hadapan barisan rektor dan para senat. Masdar yang dilalui begitu saja atau dicueki dalam video itu terlihat hanya mampu tersenyum.

Dikonfirmasi mengenai masalah ini, Masdar memilih tidak mempermasalahkan sikap alumninya itu. "Dia mungkin tidak sadar. Tidak apa-apa," ujarnya kepada SurabayaTIMES.

Diduga permasalahan itu muncul karena adanya larangan bercadar bagi mahasiswi di Kampus UINSA. Namun, itu sudah merupakan kebijakan lama dari rektor sebelumnya, Prof Abdul A'la.

Sementara itu, dalam sambutannya, Masdar menyampaikan kepada wisudawan agar senantiasa menjadi khoiron naas anfauhum lin naas. “Jangan berpuas diri. Di atas langit ada langit. Ingat bahwa setelah pendidikan formal, ada sekolah masyarakat. Syukur, jika kalian tidak puas, lanjutkan S2-S3. Mudah-mudahan sukses dan hidup berkah,” ujarnya.

Dia mewakili segenap keluarga besar UINSA mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Baik itu orang tua wali mahasiswa, segenap dosen pengajar, juga tentunya ucapan selamat bagi wisudawan. 

Menurut Masdar, bagi orang tua atau wali, tentu bukan hal yang mudah mengantarkan putra-putrinya ke jenjang akhir pendidikan. Dia berharap, semoga hal itu senantiasa menjadi investasi amal jariyah, tidak hanya di dunia tapi juga akhirat.

Bagi dosen dan guru besar yang telah memberikan pendidikan dan ilmunya, Masdar juga menilai itu tidak sekadar sebagai sentuhan pendidikan. Lebih dari itu, ilmu yang diberikan telah memberikan kecerdasan sekaligus memperbaiki akhlakul karimah mahasiswa. 

“Kami harap mudah-mudahan kalian akan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Selain itu, mewakili pimpinan, kami menyampaikan permohonan maaf. Barangkali banyak hal yang kurang berkenan. Insya Allah setiap keluhan, hal-hal yang dianggap kurang, akan senantiasa kami sempurnakan setiap saat. Kami akan perbaiki demi memberi yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas rektor.

Suasana haru menyelimuti kegiatan wisuda kala perwakilan wisudawan menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf, baik kepada orang tua, guru, juga rekan sejawat. “Ayah ibu, maafkan aku jika tak pernah bisa memenuhi harapan serta mengubah kenyataan. Terima kasih. Semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkahmu. Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru terbaik. Jika kita ingin berhasil maka mulailah dari diri kita sendiri,” ujar perwakilan wisudawan.

End of content

No more pages to load