Para buruh lipat tengah mengerjakan pelipatan surat suara di gudang logistik KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para buruh lipat tengah mengerjakan pelipatan surat suara di gudang logistik KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang mulai melakukan pelipatan kertas suara. Meski hingga hari ini (25/2/2019) baru dua jenis surat dari lima yang diterima di gudang logistik. Untuk mengemas sekitar 1,2 juta kertas suara itu, KPU mendatangkan buruh lipat dari Surabaya. 

Kepala Gudang Logistik KPU Kota Malang Suyadi mengatakan, jumlah surat suara yang saat ini sudah datang yakni ada sebanyak 1.272 boks untuk masing-masing jenis. Tiap boks, berisi 500 lembar surat suara. "Surat suara yang datang baru dua jenis, yakni surat suara DPR Provinsi dan DPR RI," terangnya. 

Artinya, jumlah total surat suara ada 1,272 juta surat suara di tahap awal pelipatan. Menurut Suyadi, pelipatan surat suara ini sudah dilakukan sejak Sabtu (23/2) lalu. Sementara tenaga lipat yang dipekerjakan ada sebanyak 50 orang. "Kami gunakan CV jasa pelipat, tenaganya 30 orang berasal dari Surabaya. Ditambah 20 orang dari Malang," jelasnya. 

Pengambilan tenaga lipat dari luar kota dikarenakan untuk tenggat waktu jelang Pemilu 2019, 17 April mendatang tinggal puluhan hari saja. Terlebih surat suara yang dilipat juga terbilang banyak. Pelipatan suara ini pun ditargetkan bisa selesai pada akhir Maret mendatang. "Setiap harinya, jumlah surat suara yang terlipat jumlahnya berbeda-beda. Hari pertama ada 125 boks, hari kedua 150 boks," ujarnya. 

Selama dua hari pelipatan, pihaknya menemukan 15 lembar surat suara yang rusak. Rata-rata kerusakan terletak pada cetakan yang kurang bagus. "Tintanya kurang jelas," imbuhnya. Dia menyampaikan, tenaga lipat tersebut juga bertugas untuk menyortir bila ada surat suara yang cacat. "Yang cacat, cetakan kurang bagus, disisihkan. Tenaga lipat itu sekaligus menyortir," terangnya.

Untuk mengantisipasi adanya surat suara yang tercoblos, pihaknya juga melibatkan petugas keamanan baik dari kepolisian maupun dari KPU sendiri. "Pengamanan dari kepolisian maupun KPU 24 jam penuh. Setiap hari ikut mengawasi," terangnya.

Berdasarkan pengamatan MalangTIMES di Gudang Logistik KPU di Jalan Ciujung, Kota Malang, tampak puluhan buruh pelipat tampak bekerja dengan cepat. Tak hanya perempuan, sebagian laki-laki juga dengan cekatan mengemas surat-surat suara yang telah dilipat. Mereka dibantu dengan kayu-kayu khusus agar hasil lipatan tipis. 

Salah satu buruh lipat, Hartini mengungkapkan bahwa surat suara pada Pemilu kali ini lebih tebal dari sebelumnya. "Lebih tebal dan lebih keras," ujar perempuan paro baya itu. Dalam sehari, dirinya bisa melipat sekitar 2.500 surat suara atau lima kotak.