Banyak Konsumen Keluhkan Produk, Kepala Dinas Perdagangan: Konsumen Harus Cerdas

MALANGTIMES - Sosialisasi konsumen cerdas, di tengah semakin majunya zaman, dirasa masih diperlukan. Sebab, dalam proses transaksi, masih ada saja, konsumen-konsumen merasa dirugikan oleh para pelaku usaha. Sehingga, akhirnya mereka mengadukan hal tersebut ke Disdag Kota Malang dan juga Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Hal tersebut, ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Wahyu Setianto, usai membuka agenda sosialisasi Konsumen Cerdas, di salah satu hotel di Kota Malang (25/2/2019).

"Ini masih perlu sekali di masyarakat. Masih ada saja laporan dari masyarakat yang mengeluhkan dirugikan oleh pelaku usaha. Biasanya ketika membeli produk, langsung saja dibeli, tanpa melihat kapan kadaluarsanya," jelas Wahyu.

"Karenanya kita sosialisasikan agar masyarakat semakin cerdas dalam membeli. Jangan sampai nanti kecewa di kemudian hari," imbuh mantan Kadishub Kota Malang tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Tertib Niaga dan Stabilitas Harga, Disdag Kota Malang, Rahman Wijaya melalui Kasi Tertib Niaga, Luh Eka Wulantari menambahkan, dalam kegiatan sosialisasi konsumen cerdas ini, pihaknya menghadirkan pemateri dari Disdag Kota Malang dan juga dari Dinas Kesehatan Kota Malang.

"Materinya untuk dari Dinkes, terkait bagaimana mengolah makanan yang sehat, sedangkan dari Disdag, tetap menyangkut konsumen cerdas, menyangkut pemilihan barang beredar yang baik dan benar," jelasnya.

Selain itu, di tengah kemajuan zaman, terlebih lagi dengan munculnya sistem baru dalam peminjaman uang, pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih lembaga peminjaman uang.

Sebab, pada sistem baru itu, banyak sekali permasalahan terkait mekanisme penagihan maupun sistem pinjaman yang justru merugikan konsumen.

"Kan banyak itu di media-media, pinjaman malah merugikan konsumen. Pinjamnya berapa, kembalikannya berkali lipat. Jangan tergiur dengan kemudahan dan pencairan yang cepat. Harus lebih hati-hati daripada nantinya dirugikan," pungkasnya.

Top