Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memetik jeruk di Kebun Percobaan (KP) Kliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Selasa (17/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memetik jeruk di Kebun Percobaan (KP) Kliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Selasa (17/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)



MALANGTIMES - Beberapa desa atau kelurahan di Kota Batu memiliki potensi sayur dan buah berbeda-beda. Untuk memenuhi kebutuhan produk hasil pertanian dalam negeri Pemkot Batu bakal menggelontorkan anggaran mencapai Rp 10 miliar.

Dengan anggaran tersebut Pemkot Batu bakal memberikan puluhan ribu bibit buah dan sayur. Selain itu juga sarana produksi (Saprodi) untuk 12 desa/kelurahan di tiga kecamatan Kota Batu. 

Beberapa desa yang menerima bibit buah yakni Desa Bulukerto, Desa Bumiaji, Desa Gunungsari, Desa Oro-Oro Ombo, masing-masing mendapatkan 2 ribu pohon. Lalu Kelurahan Temas mendapatkan 2.500 pohon jeruk keprok dan 55. Serta Desa Pandanrejo mendapatkan 1850 polybag benih stroberi.

Sedangkan untuk sayurnya Desa Pesanggrahan mendapatkan 3 ribu kilogram kentang granola kembang. Lainnya Desa Bulukerto, Desa Giripurno, Desa Pesanggrahan, Desa Tulungrejo mendapat jatah 2 ribu kilogram. Sedangkan Desa Mojorejo mendapatkan sebanyak 1.200 kilogram.

Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu, Sri Nurcahyani Rahayu mengatakan, tahun 2019 ini Pemkot Batu menggelontorkan anggaran hingga Rp 10 miliar. Bantuan itu nantinya langsung diberikan kepada gabungan kelompok tani atau kelompok tani. 

“Tentunya untuk meningkatkan produksi pertanian di Kota Batu, dan bantuan ini kami berikan kepada desa/kelurahan yang memiliki potensi pengembangan produk pertanian,” kata Nurcahyani.

Rencananya bantuan bibit itu akan dilakukan secara bertahap. Akan dimulai pada bulan Maret hingga Oktober 2019 mendatang.

“Untuk penyerahan bantuan itu masih menunggu proses pengadaan sesuai Perpres No 16 tahun 2016,” imbuhnya.

Adanya alokasi bantuan bibit dan sayur itu ditujukan untuk membantu petani di Kota Batu. Dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batu. 

“Terlebih memang Kota Batu ini sebagai kota yang dikenal juga dengan pertaniannya. Sehingga pertanian di Kota Batu harus maksimal,” tutup Nurcahyani (25/2/2019).

End of content

No more pages to load