Eksekutif Manager Marketing The Kalindra, Ferdinando Redha Asmana (kiri) (Foto: Igoy/MalangTIMES)
Eksekutif Manager Marketing The Kalindra, Ferdinando Redha Asmana (kiri) (Foto: Igoy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masa promo Apartemen The Kalindra telah berakhir. Harga perdana spesial yakni Rp 292 juta telah diperoleh ratusan konsumen pemegang NUP (nomor urut pemesanan). Sejumlah 200 unit telah terjual.

Total unit apartemen The Kalindra adalah 668 unit. Jadi, masih ada sekitar 468 unit yang tersisa. Anda bisa mendapatkan apartemen The Kalindra dengan harga Rp 350 juta. Meski sudah naik, namun harga ini masih tergolong paling murah jika dibandingkan dengan apartemen-apartemen pada umumnya.

Selain paling murah, luas unitnya juga yang paling luas di antara unit apartemen lainnya. Luas studio The Kalindra ialah 28,75 m² untuk Semi Gross netto-nya 24,75 m². Sedangkan, apartemen lain rata-rata umumnya cuma 18 netto-nya.

"Jadi selling point kita itu adalah tipe studio kita terluas di kelasnya," tandas Eksekutif Manager Marketing, Ferdinando Redha Asmana.

Apartemen The Kalindra terletak di tengah pusat pemukiman menengah ke atas, tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani Utara No. 10. Lokasi The Kalindra berdekatan dengan exit tol Malang-Pandaan, barangkali hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 menit saja.

Tidak hanya itu, The Kalindra juga memiliki akses yang mudah ke Bandara Abdulrahman Saleh, yakni hanya sekitar 10 menit saja. Sedangkan, untuk menuju pusat kota, katakanlah alun-alun, maksimal perjalanan juga hanya sekitar 10 menit. Selain itu, The Kalindra juga sangat strategis lantaran dekat dengan kampus-kampus, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan Terminal Arjosari.

Tidak hanya strategis saja, The Kalindra yang terletak di jalan utama Kota Malang ini juga diprediksi akan bebas macet setelah underpass Karanglo jadi.

Untuk diketahui, masyarakat mempercayakan The Kalindra karena lahan dari pengembang sama sekali tak bermasalah. Jadi, ada jaminan keamanan berinvestasi untuk calon penghuni. Sebab, 100 persen lahan seluas 3,5 hektar adalah milik Kalindra.

"Milik kita SHM (Sertifikat Hak Milik). Jadi tidak ada sengketa karena dari awal sudah kita bebaskan tahun 2008, sudah lama," pungkas Ferdinando.