Komunitas F3R Ajarkan Anak Peduli Sampah Sejak Dini

Feb 24, 2019 20:13
pendamping memberikan edukasi tentang cara penanaman pohon yang benar
pendamping memberikan edukasi tentang cara penanaman pohon yang benar

MALANGTIMES - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta ikut menjadi peserta jampore Ngalam Resik. Kegiatan berlangsung selama 3 hari sejak jumat (22/2/2019) hingga Minggu (24/2/2019) di BumI Perkemahan Pramuka Pusdiklatcab Madyapuro.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Kegiatan yang dipelopori oleh Komunitas F3R (Fasilitator Reduce, Reuse, Recycle) tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Kamis (21/2/2019) kemarin. Dalam kegiatan ini sebanyak 117 pelajar dari 19 sekolah SMP dan MTs dari lima kecamatan di Kota Malang yang menjadi peserta jambore ngalam resik.

“Kegiatan ini merupakan cara untuk memberikan edukasi terhadap siswa SKP dan MTs agar peduli terhadap lingkungan dan selalu memperhatikan sampah di sekitarnya,” ujar Nurmawati ketua panitia Jambore Ngalam Resik.

Kemudian, ia juga menjelaskan tentang masyarakat saat ini yang kurang peduli terhadap sampah di lingkungannya. Sebab, sampah tersebut masih bisa didaur ulang dengan cara dipilah–pilah dan dijadikan kompos atau didaur ulang dalam bentuk yang lain. Dengan demikian, sampah tersebut menjadi barang yang bernilai.

“Dalam kegiatan ini, kita ingin mengajarkan tentang pemanfaatan sampah. Selain itu ada juga penanaman pohon berbuah, dan ada juga pertunjukan Fashion Show dengan kostum dari daur ulang sampah,” lanjutnya.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Dalam kegiatan tersebut, pemilihan peserta dengan tingkat SMP dan MTs ini dimaksudkan karena Nurmawati beserta panitia lainnya ingin memberikan sebuah edukasi tentang kesadaran anak agar lebih peduli terhadap lingkungan di usia dini.

“Sebelumnya kita sudah mengadakan kegiatan semacam ini, namun hanya satu hari saja karena pesertanya pelajar SD. Sedangkan kali karena pesertanya anak SMP dan MTs kita buat selama 3 hari dengan model perkemahan,” ujar Nurmawati.

Dalam kegiatan ini, Nurmawati berharap nantinya anak–anak yang menjadi peserta dalam kegiatan ini akan lebih memiliki rasa peduli terhadap sampah. Kepedulian itu berbentuk seperti pengolahan sampah dengan cara yang benar, sesuai dengan 3R (Reduce, Reuse, dam Recycle).

Topik
MalangBerita MalangKomunitas F3Rhari peduli sampah nasional
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru