Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat menebarkan benik ikan di Waduk Selorejo, Minggu (24/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat menebarkan benik ikan di Waduk Selorejo, Minggu (24/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sedimentasi di Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang menjadi masalah serius. 

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Jasa Tirta I Alfan Riyanto saat Wakil Gubernur Provins Jawa Timur Emil Dardak hadir di Waduk Selorejo, Minggu (24/2/2019).

Baca Juga : Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi

Sedimentasi itu merupakan pengendapan material bantuan yang terjadi di daerah danau, sungai, pantai, dan di dasar laut. 

“Dan sedimentasi itu sudah terjadi sejak kurang lebih tahun 1970-an, dan hingga saat ini cukup parah,” kata Direktur Pengelolaan Jasa Tirta I Alfan Riyanto.

Sedimentasi itu berimbas pada berkurangnya debit air. Saat ini hanya mencapai setengah  dibandingam sebelum adanya sedimentasi yakni mencapai 30-35 juta kubik. 

Padahal air waduk tersebut menghidupi irigasi persawahan dibeberapa titik. Totalnya ada kurang lebih 350 ribu hektar.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut pihaknya telah melakukan pengerukan. 

“Dan upaya yang telah kita lakukan untuk penanggulangan dengan menyediakan kapal keruk. Sehingga kita lakukan pengerukan dengan alat tersebut,” imbuhnya. 

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menambahkan memang sedimentasi merupakan permasalaha yang terjadi saat ini. 

Baca Juga : Sehari 83 Warga Surabaya Positif Covid-19, Gubernur Jatim: Warga Kurang Dapat Informasi

Bukan karena akbiat dari letusan Gunung Kelud, namun karena beragam permasalahan.

Karena itu ke depan Emil akan mencoba meminimalisir untuk mengurangi tingkat sedimentasi. 

“Memang perlu kita melakukan penanggulangan mengatasi masalah ini ke depan,” ujar Emil dalam kunjungannya di Waduk Selorejo.

Sedang dalam kunjungan di Waduk Selorejo itu Emil bersama Plt Bupati Malang Muhammad Sanusi membagikan 50 sembako kepada lansia dari dua desa yakni Desa Pandansari dan Banturejo Kecamatan Ngantang.

Warga juga diberikan bantuan tempat sampah dan sejumlah bibit pohon seperti durian dan sebagainya. Acara ditutup dengan menebar ribuan benih ikan di Waduk Selorejo.