Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar M.Si. (memegang michrophone) saat menerangkan peranan penting Balai Latihan Kerja. (Foto: Rino/Humas)

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar M.Si. (memegang michrophone) saat menerangkan peranan penting Balai Latihan Kerja. (Foto: Rino/Humas)



MALANGTIMES - Lulusan SMK merupakan penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Timur. Untuk itu, SMK perlu dikembangkan sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman.

Hal ini dinyatakan oleh Direkur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Ir. Suhadi, M.Si dalam diskusi terbatas “Revitalisasi dan Revalidasi Balai Latihan Kerja” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) belum lama ini. Menurutnya, SMK perlu melakukan revitalisasi.

“SMK harus dikembangkan menjadi pelatihan kerja yang bisa membuat anak-anak muda kita bekerja sesuai dengan tuntutan era sekarang. Bukan pola lama yang membuat anak-anak tidak laku di dunia kerja,” tegas Suhadi.

Selain itu, sebagai usaha mengurangi angka pengangguran, menurut Suhadi, perlu diadakan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang sesuai dengan pola kerja era Industri 4.0. Tentunya dengan tidak mengenyampingkan kemudahan pada aksesnya.

“Saat ini akses masyarakat untuk mengikuti pelatihan BLK milik pemerintah sangat terbatas. Sehingga masyarakat tidak bisa mengikuti perkembangan terkini dan sering kali tertinggal,” ungkap Suhadi.

Sementara itu Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menyatakan bahwa BLK seharusnya mampu mendidik masyarakat agar tidak tertinggal dengan segala bentuk kemajuan. Mengingat zaman berubah dengan cepat, sehingga mesti juga merubah pola pikir lama.

“UMM siap mendukung sinergisitas dengan BLK. Salah satu bentuknya adalah melatih keterampilan mahasiswa lewat Lembaga Sertifikasi Profesi. Di sana mahasiswa bisa mengasah kompetensinya sehingga diakui di dunia kerja,” tandas Fauzan.

Peran BLK yang memegang andil penting juga ditegaskan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar M.Si.

Terlebih lagi perkembangan teknologi membuat banyak profesi tak lagi eksis di masa sekarang, misal profesi di bidang pertanian dan konstruksi. Sehingga, diperlukan perubahan pola pikir untuk dapat beradaptasi atas setiap perubahan. “Karena era sekarang persaingan SDM itu sangat pesat,” ujarnya.

Untuk itu, Malik menyebutkan setidaknya ada 3 kunci yang harus dimiliki untuk memenangkan kompetisi ini. "Pertama, mempunyai sumber daya manusia yang banyak. Kedua, memiliki networking yang bagus. Ketiga, penguasaan atas teknologi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load