Tjahjana Indra Kusuma pemerhati Kereta Api di Indonesia dan Mancanegara saat memberikan penjelasan tentang kereta api
Tjahjana Indra Kusuma pemerhati Kereta Api di Indonesia dan Mancanegara saat memberikan penjelasan tentang kereta api

MALANGTIMES - Problem kemacetan yang menghantui Kota Malang sebenarnya bisa dipecahkan dengan memanfaatkan infrastruktur lawas. Yakni, dengan menghidupkan kembali jalur-jalur kereta api yang sudah tidak lagi dimanfaatkan. 

Hal itu sebagaimana dikupas dala  kajian sejarah "Merawat Tram dan Lori di Malang" yang digelar di di Museum MPU Purwa kota Malang Sabtu (23/2/2014). Kajain sejarah ini diikuti puluhan peserta  terdiri dari beberapa komunitas, pelajar, mahasiswa dan pencinta budaya. Hadir juga komunitas pencinta tram dan lori, para guide, serta pelajar dan masyarakat umum.

Kegiatan yang digagas oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang ini, merupakan kali kedua dari kegeiatan kajian sejarah di tahun 2019 yang sebelumnya sudah dilakukan di bulan Januari. Kajian sejarah yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menambah referensi dan pengetahuan mengenai sejarah dan peradaban kepada masyarakat Kota Malang.

Agung H.  Buana sekertaris TACB menjelaskan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara mengenalkan sejarah dari Kota Malang yang memiliki berbagai macam sejarah. "Kegiatan ini dilakukan untuk menambah referensi dan pengetahuan mengenai sejarah dan peradaban tentang kota Malang yang memiliki berbagai macam sejarah yang sangat komplit," beber Agung .

Agung melanjutkan, tram dan lori merupakan sebuah bagian dari peradaban dan perkembangan kota, khususnya Kota Malang yang tidak dapat dipisahkan. Kereta api merupakan sebuah kendaraan yang disediakan oleh pemerintah Belanda sejak ratusan tahun lalu yang memiliki dua fungsi, yaitu sarana pengangkut manusia dan sarana pengangkut  barang.

"Angkutan barang tersebut terkait dengan logistik yang memudahkan untuk mereka memindahkan hasil bumi kita untuk dibawa ke Belanda, namun yang terpenting adalah bagaimana memperkenalkan angkutan masal kepada masyarakat Malang," lanjutnya.

Kemudian, dalam materi yang diberikan, Tjahjana Indra Kusuma pemerhati Kereta Api menjelaskan bahwa di Kota Malang terdapat jaringan rel kereta api yang dirangcang oleh para visioner. Sebab, jaringan rel kereta api yang pernah ada di Kota Malang dirancang dengan infrastruktur yang sangat rumit dengan seluruh elemen pendukungnya seperti jembatan dan sarana pendukung lainnya.

Kemudian, ia menuturkan bahwa saat ini banyak jaringan rel kereta api yang terdapat di Kota Malang, baik yang masih berfungsi maupun yang sudah tidak berfungsi. Hanya saja, yamg tidak berfungsi sudah banyak yang terpendam. Padahal jaringan rel tersebut masih bisa digunakan dan sebagai sarana yang menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Malang.

Sebagai pemerhati kereta api, Indra mengatakan adanya kereta api yang saat ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat, seharusnya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang ada di Kota Malang . Ia juga menuturkan bahwa penggunaan kereta api sebagai sarana pengangkut barang juga memberikan banyak manfaat bagi pengguna jalan raya.

"Kereta api ini bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan, lalu kereta api kan juga bisa digunakan untuk alat angkut barang dan jumlahnya lebih banyak, misalnya tebu, jika menggunakan truk selain menambah volume kendaraan di jalanan, kan juga membuat jalannya rusak. Solusinya ya menggunakan kereta api." ujar Indra saat diwawancara Malang Times

Melihat hal tersebut, ia memiliki sebuah keinginan untuk memfungsikan lagi jaringan rel kereta api yang ada di kota Malang ini. Seperti yang ia contohkan dengan adanya rel kereta api yang terletak persis di tengah kota yang menjadi sebuah sarana kereta wisata.

Namun, Agung berpendapat bahwa perlu adanya kajian yang lebih dalam untuk mewujudkan adanya kereta api di tengah perkotaan seperti yang ia contohkan di San Fransisco dan beberapa negara yang sudah terdapat jalur trem yang membelah perkotaan. Ia juga mengatakan bahwa kereta api bisa menjadi solusi dari kemacetan yang ada di Kota Malang.

"Perlu ada kajian dan riset lagi mengenai kebutuhan kereta api apakah bisa melewati jalur perkotaan atau tidak. Namun, jika memang bisa, itu akan menjadi sebuah solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Malang" ujar Agung

Indra berharap nantinya kereta api akan menjadi sebuah solusi alternatif untuk transportasi perkotaan yang bisa mengurangi kemacetan di kota malang, serta menumbuhkan budaya tepat waktu dengan melihat pemberangkatan kereta api yang sudah terjadwal.