Kepala Desa Tulungrejo Suiyono menunjukkan desain wisata petik apel di kantornya. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kepala Desa Tulungrejo Suiyono menunjukkan desain wisata petik apel di kantornya. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Perkembangan bisnis wisata petik apel yang dikelola oleh pihak swasta, rupanya juga menarik perhatian pemerintah desa untuk turut menerjuninya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (pemdes) Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pemdes Tulungrejo juga bakal mengembangkan bisnis wisata petik apel. Bedanya dengan pihak swasta, wisata petil apel yang akan dikelola oleh pemdes ini dilengkapi dengan edukasi. 

Desain pembangunan wisata petik apel ini sudah digarap, karena itu pada tahun 2019 ini siap  dilakukan pembangunan. Rencananya pembangunan tahap pertama itu akan menelan biaya sebesar Rp 500 juta. “Wisata edukasi apel ini akan kita mulai pembangunannya tahun 2019 ini. Lahan apelnya tentu sudah ada tiinggal pembangunan beberapa tahap,” kata kepala Desa Tulungrejo, Suliyono.

Rencana pada pembangunan tahap pertama akan membangun area parkir dan pembuatan gerbang wisata edukasi petik apel. Hanya saja pembangunan itu akan dimulai jika sudah ada realisasi pencairan Dana Desa (DD).

“Untuk desain pembangunam ini dari Dinas Pariwisata Kota Batu. Untuk pembangunannya itu menggunakan DD, karena DD tahap pertama pencairannya masih nunggu sehingga kita harus bersabar,” imbuhnya, Sabtu (23/2/2019).

Luas wisata petik apel yang akan dikembangkan itu seluas delapan hektar merupakan tanah kas desa. Di sana selain dikembangan edukasi apel, juga ada tempat kuliner.

Suliyono menjelaskan di sana nantinya juga akan dikembangkan peternakan sapi dan kuda. Selain itu masyarakat juga diperbolehkan untuk berinvestasi di wisata tersebut. “Nantinya akan dikembangkan oleh Badan Udaha Milik Desa (Bumdes). Dan kota buka siapa yang berinvestasi di sana,” tambah Suliyono.Menurutnya dengan mengembangkan wisata desa ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. 

End of content

No more pages to load