Staff Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Romo Benni Susetyo (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Staff Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Romo Benni Susetyo (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Staff Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Romo Benni Susetyo menyebut jika pemuda Indonesia sebagian besar sudah memiliki pilihan dalam Pilpres 2019. Namun mayoritas dari mereka masih apatis terhadap politik.

"Kalau ditanya, sebenarnya anak muda itu mempunyai pilihan. Tapi saat disuruh ke tempat pemungutan suara (TPS) pasti mereka ogah," katanya saat hadir sebagai keynote speaker dalam acara Tlakshow Kebangsaan Bersama Menjaga NKRI yang berlangsung di di Auditorium Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana, Sabtu (23/2/2019).

Dalam survei terakhir, menurutnya generasi milenial galau karena mereka idealis. Sebagian besar anak muda dan generasi milenial apatis dan menganggap bahwa siapapun pemimpin yang terpilih sama sekali tak berpengaruh bagi mereka. "Anak muda itu merasa, siapapun yang jadi pemimpin nggak bakal ada pengaruhnya bagi mereka," imbuhnya.

Padahal, lanjutnya, suara generasi milenial sangat berpengaruh dalam proses demokrasi. Sehingga perlu ada upaya untuk menyadarkan generasi milenial agar mau menggunakan gak suara mereka. "Anak muda yang berpengaruh semestinya mengajak anak muda yang lain, bagaimana pun caranya agar mereka nggak ogah untuk datang ke TPS," jelasnya lagi.

Karena mau atau tidak, masa depan negeri ini sepenuhnya ada di tangan anak muda. Ketika anak muda apatis dan merasa politik itu kotor, maka kelanjutan negeri ini hanya akan ada pada tangan segelintir orang saja. "Jangan pernah golput, anak muda harus gunakan hak pilih mereka. Jika tidak, maka masa depan negeri ini mau bagaimana," paparnya. 

End of content

No more pages to load