TPU Sukun Nasrani yang merupakan makam bersejarah (istimewa)

TPU Sukun Nasrani yang merupakan makam bersejarah (istimewa)



MALANGTIMES - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun Nasrani, yang berada di Kecamatan Sukun, Kota Malang, nampaknya bakal semakin dikenal, khususnya di Negara Belanda.

Pasalnya saat ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT)  TPU Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang tengah mempersiapkan dan berkolaborasi bersama pihak luar penyedia jasa wisata untuk mengenalkan TPU Nasrani Sukun sebagai kawasan heritage kepada warga asing.

Kepala UPT TPU Disperkim Kota Malang, Takroni Akbar menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada beberapa ahli waris dari makam-makam Belanda yang merasa penasaran dan tertarik akan makam-makam leluhurnya di Kota Malang. Dari situ, bisa menjadi peluang mengenalkan TPU Nasrani Sukun di kancah internasional.

Dengan begitu, hal ini merupakan peluang untuk mendongkrak potensi menjadi sebuah tempat wisata.

"Dari pihak yang bekerjasama juga sudah membuat sebuah Instagram untuk membantu mengenalkan potensi wisata TPU Sukun Nasrani menjadi sebuah wisata religi yang bersejarah. Dan di sana banyak respon positif," ungkap Takroni.

Karenanya saat ini, sebagai proses persiapan, pihak UPT tengah melakukan pendataan akan data-data makam Belanda yang ada di TPU Sukun Nasrani. Pendataan sendiri dimulai dari tahun 1930.

"Masih proses pendataan, dan kroscek dengan letak posisi makam, yang terlacak berapa kita kroscek lagi. Minimal kita akan data 20 makam, baru mereka yang dari Belanda akan berkunjung," jelasnya.

"Meskipun sedikit mengalami kendala terkait data, dengan kondisi buku yang sudah cukup lama, kami tetap berupaya melakukan pendataan," tambahnya.

Selain pendataan, perawatan terhadap makam-makam nantinya juga akan dilakukan, agar lebih terawat. Dari pihak beberapa ahli waris makam Belanda, juga meminta agar nantinya baik sebelum perawatan dan sesudah perawatan untuk didokumentasikan, sehingga bisa diketahui perbedaan terhadap makam leluhur mereka.

"Dengan itu nantinya kita harapkan bisa terjalin kerjasama yang bisa saling menguntungkan. Misalkan saja, subsidi dari Belanda untuk perawatan makam leluhur mereka," bebernya.

"Kalau untuk menarik retribusi, kita tidak berani, karena itu justru menyalahi aturan. Dalam hal ini, bersifat personal, untuk perawatan makam, sifatnya non budgetter," imbuh pria asal Arjowinangun itu.

Pihaknya berharap, agar nantinya, TPU Sukun Nasrani juga bisa menjadi salah satu paket wajib dari warga Belanda yang melakukan wisata ke Indonesia. Sebab makam ini menyimpan banyak sejarah.

"Kalau dikelola dengan serius, tentu akan bisa berkontribusi dalam Pendataan Asli Daerah (PAD). Namun terkait hal itu, kendala kita kan karena anggaran yang terbatas," pungkasnya.

End of content

No more pages to load