Ilustrasi (Gatra).

Ilustrasi (Gatra).



MALANGTIMES - Jumlah penderita anak katarak di Jawa Timur termasuk tinggi. Pemerintah Kota Malang pun mulai diajak untuk turut serta menekan angka penderita katarak tersebut. Karena sebagaimana instruksi dari Gubernur Jawa Timur, setiap daerah wajib turut serta dalam menekan angka penderita katarak, utamanya pada anak-anak.

President Rotary Club Malang Central, Didiet Afandi usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, jumlah penderita katarak anak di Jatim saat ini tercatat ada 4,4 persen. Angka tersebut terbilang sangat tinggi, dan sudah ada intruksi dari Gubernur Jatim untuk menekan hingga 25 persen.

"Sehingga kami meminta kerjasama dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melakukan pencegahan dan penyembuhan katarak," katanya pada wartawan usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Malang, Jumat (22/2/2019) sore kemarin.

Lebih jauh dia menyampaikan jika Rotary Club Malang Central dalam hal ini tidak bergerak sendiri. Melainkan bersama Toleran Foundation yang berpusat di Singapura untuk melakukan proses pengobatan di Kota Malang.

Rencananya, akan dilakukan pembangunan klinik mata di kawasan Pasar Besar, yaitu bekas Toko Altara. Namun saat ini prosesnya masih dalam tahap inisiasi dan jika sesuai rencana akan dibangun lima lantai.

"Biaya untuk mengobati mata anak yang juga membutuhkan bantuan, siap kami handle dan bisa menghubungi kami," jelas pria berkacamata itu.

Selain pada penderita katarak, dia juga mengajak Pemerintah Kota Malang turut konsentrasi dalam pengobatan dan pemenuhan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus. Termasuk untuk anak-anak yang membutuhkan alat bantu dengar.

"Kami harap Pemkot Malang bisa berjalan dengan kami," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load