MALANGTIMES - Bukan hanya urusan jalan rusak yang ditangani Dinas PU Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang. Tapi persoalan penerangan jalan umum (PJU) juga tidak lepas dari perhatian dinas yang dikomandani oleh Romdhoni ini.

Respon cepat DPUBM Kabupaten Malang terhadap kerusakan PJU di berbagai wilayah, kerap membuat persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Serta mendapat apresiasi positif juga dari masyarakat.

Melalui dua strategi yang telah diluncurkan terkait PJU, yakni eLa-PJU atau Electronic Laporan PJU serta pemasangan stiker di box, telah membuat berbagai kerusakan atau tidak berfungsinya penerangan jalan umum bisa segera disikapi DPUBM Kabupaten Malang.

"Kita pakai eLa-PJU yang telah diluncurkan tahun 2018 lalu. Hal ini membuat kerusakan atau tidak fungsinya PJU bisa segera diketahui petugas," kata Romdhoni Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Jumat (22/02/2019).

eLa-PJU merupakan aplikasi berbasis telepon pintar (smartphone) hasil karya DPUBM Kabupaten Malang yang difungsikan sebagai ruang interaksi masyarakat saat melihat terjadinya kerusakan PJU di wilayahnya. 

Melalui eLa-PJU, masyarakat bisa secara cepat melaporkan bila melihat PJU rusak atau tidak berfungsi. Petugas DPUBM pun bisa cepat memberikan respon untuk melakukan pengecekan dan perbaikan. Dikarenakan  eLa-PJU ini berbasis foto dan titik koordinat. 

"Saat warga melaporkan kerusakan melalui foto dan koordinatnya, kami bisa langsung mengetahui posisi kerusakan. Petugas bisa langsung ke lokasi yang dilaporkan tersebut," ujar Romdhoni. 

eLa-PJU ini ternyata mendapat respon positif masyarakat, seperti terlihat dengan adanya data laporan sekitar 70 di tahun lalu. Program DPUBM Kabupaten Malang ini tentunya juga semakin mempermudah masyarakat melapor apabila ada kerusakan PJU di lingkungannya.

Romdhoni menyampaikan, pihaknya telah memberikan nomor telpon atau nomor WA yang ditempelkan di box-box PJU. Dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat melaporkan berbagai kerusakan yang terjadi terhadap PJU di wilayahnya dengan mudah.

“Di setiap box-box lampu PJU ada nomor telpon atau nomor WA. Masyarakat bisa melaporkan PJU yang mati. Ini untuk melengkapi eLa-PJU yang dimungkinkan tidak bisa diaksesoleh sebagian orang,” urai mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang.

Dua alat strategi agar masyarakat ikut aktif dalam pengawasan PJU di wilayahnya masing-masing tersebut, diharapkan bisa membuat keterbatasan petugas teknis lapangan DPUBM bisa teratasi. Pasalnya, dengan adanya laporan secara langsung dari masyarakat, petugas bisa secara langsung mendatangi lokasi PJU yang rusak.

“Luasnya wilayah Kabupaten Malang dan terbatasnya petugas, bisa dijembatani oleh dua media ini. Kita tidak bisa mengetahui jika tidak ada yang mengadu ke kami. Lewat alat kami, warga juga dimudahkan dalam pelaporan," pungkas Romdhoni.