Para pelajar SMA/SMK berprestasi saat berada di Polres Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Para pelajar SMA/SMK berprestasi saat berada di Polres Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pelajar SMA/SMK/SLBN/MA di Kota Batu tahun 2019 ini tidak bisa menikmati lagi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dari Pemkot Batu. Sebab Pemkot Batu telah menghapus bantuan tersebut.

“Kami terpaksa mencabut Bosda tahun 2019 karena sudah menjadi keputusan dari Pemprov Jatim. Bahwa daerah tidak diperkenankan memberikan bantuan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih.

Pemkot Batu terpaksa mencabut bantuan tersebut padahal alokasi anggaran Bosda sudah ada dalam Anggaran Perubahan Belanda Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2019. Nilainya sejumlah Rp 20 miliar.

“Akan tetapi karena bantuan itu sudah masuk ke dalam alokasi APBD 2019 maka tetap diberikan tapi tidak melalui lembaga,” imbuhnya, Jumat (22/2/2019).

Eny menambahkan bantuan itu tidak bisa diberikan langsung kepada lembaga. Alhasil Pemkot Batu harus memberikan bantuan kepada pelajar secara langsung. 

“Bantuan itu langsung masuk ke rekening siswa. Dengan kata lain bantuan itu nanti bukan diberi nama Bosda, melainkan bantuan siswa,” tambah mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Batu.

Sedangkan untuk di Kota Batu terdapat 27 sekolah SMA/SMK/MA dan satu SLBN. Bantuan Bosda sudah diberhentikan sejak Januari 2019.

Sebelumnya bantuan yang diberikan untuk pelajar SMA melalui Bosda sebesar Rp 120 ribu per orang. Sedangkan pelajar SMK menerima Rp 200 ribu per orang.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menambahkan bantuan itu tidak disalurkan kepada lembaga setelah mendapatkan solusi dari Badan Pemeriksa Keuagan (BPK). Sebab jika tetap diberikan melalui lembaga akan menyalahi aturan.

“Harapannya agar ke depan terutama untuk pelajar yang tidak mampu ini akan kita carikan solusi supaya tetap mendapatkan bantuan,” harap Punjul. 

 

End of content

No more pages to load