Romdhoni, kepala DPUBM Kabupaten Malang, berkomitmen dalam mewujudkan akses jalan pendukung sektor wisata. (Nana)

Romdhoni, kepala DPUBM Kabupaten Malang, berkomitmen dalam mewujudkan akses jalan pendukung sektor wisata. (Nana)



MALANGTIMES - Kesiapan mendukung destinasi wisata Bromo Tengger Semeru (BTS), sebagai salah satu dari 10 Bali Baru di Kabupaten Malang, tidak diragukan. Berbagai persiapan sekaligus pembangunan jalan-jalan pendukung menuju BTS terus dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang.

Seperti yang saat ini akan dimulai, yaitu pemeliharaan dan peningkatan akses jalan menuju BTS. Dari arah Tumpang sampai Poncokusumo, kisaran sepanjang 4-5 kilometer (Km). Sebuah langkah nyata dalam menunjang kesiapan wisata BTS yang telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

Tidak tanggung-tanggung, DPUBM Kabupaten Malang pun bersiap menggelontorkan anggaran Rp 10 miliar untuk terwujudnya akses jalan menuju BTS yang nyaman, aman, dan representatif bagi wisatawan. "Kami bersiap untuk itu. Ini masih dalam tahap lelang dengan ruas yang akan ditingkatkan dari Tumpang sampai Poncokusumo," kata Romdhoni, kepala DPUBM Kabupaten Malang, Jumat (22/02/2019).

Romdhoni juga menyatakan bahwa proses pemeliharaan dan peningkatan jalan wisata BTS merupakan program hibah jalan daerah. Sehingga anggaran senilai Rp 10 miliar melekat pada APBD Kabupaten Malang.

Untuk menyikapi hal tersebut, pihak DPUBM Kabupaten Malang dalam pengerjaannya nanti akan menyesuaikan dengan berbagai persyaratan dan ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI. Sehingga anggaran besar dalam pemeliharan dan peningkatan jalan wisata BTS ada reimbursement atau pengembalian dari pemerintah pusat.

"Kriteria pengerjaannya akan kami sesuaikan dengan ketentuan Kemen PUPR. Sehingga bisa mendapatkan reimbursement. Ini nantinya bisa digunakan untuk alokasi tambahan pengelolaan jalan" ujar mantan kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang itu.

Kriteria yang dimaksud tersebut meliputi sinergi dan konektivitas ruas jalan yang ditingkatkan. Baik efektivitas, kualitas, kesesuaian mekanisme prosedur pelaksanaan, administrasi, dan juga keterlibatan forum lalu lintas angkutan jalan.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Malang dalam merealisasikan beberapa jalan pendukung wisata melalui DPUBM telah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Dinas di bawah komando Romdhoni ini giat melakukan berbagai koordinasi, survei lokasi, sampai pada pemetaan detail berbagai ruas jalan wisata di Kabupaten Malang.

Konektivitas jalan menjadi salah satu indikator dalam berbagai rangkaian kegiatan DPUBM Kabupaten Malang. Ini terlihat dari roadmap berupa peta detail yang dibuatnya terkait konektivitas jalur jalan lingkar selatan (JLS) sejak tahun lalu.

"Kami komit dalam mewujudkan akses transportasi wisata yang nyaman, aman dan sesuai kaidah teknis. Itu karena memang berperan penting dalam menyukseskan sektor pariwisata," pungkas Romdhoni.

End of content

No more pages to load