Area rest area di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Area rest area di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Meski pembangunan rest area baru tahap pertama, Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji sudah membuka sarana baru tersebut. 

“Memanfaatkan lahan yang memang bisa dipakai. Melihat bahwa bus yang ada di tempat parkir sebelumnya mengganggu di jalan raya,” kata Kepala Desa Tulungtejo, Suliyono. 

Karena itu pada Kamis (21/2/2019) rest area tersebut telah diresmikan. 

Saat ini rest area yang ada di Dusun Gerdu memiliki luas 3 ribu meter itu sudah dibangun dengan paving dan terdapat tolitet.

Di sana juga terdapat banner cukup besar yang memuat informasi terkait wisata di Desa Tulungrejo. 

Contohnya seperti Wisata Oyot (Obyek Wisata Coban Talun) di Coban Talun, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Suliyono menjelaskan pembangunan rest area sudah dimulai tahun lalu dengan dua tahap. 

Tahap pertama digelontorkan dana sebesar Rp 615 juta. Total anggaran untuk rest area ini sebesar Rp 2,9 miliar.

“Pengerjaan tahap pertama itu masih 40 persen. Yang 60 persen akan kita lanjutkan kembali di tahap 2 tahun ini. Menunggu dana desa tahap pertama ini cair dulu,” imbuhnya. 

Pada tahap kedua nanti akan dibangun untuk tempat istirahat sopir, gazebo, toko oleh-oleh, warung makan, toilet, dan sebagainya. 

“Lalu musala. Dan toiletnya nanti akan kita bangun dengan bagus, ada fasilitas air hangat 5 kamar mandi dan yang biasa 5 kamar mandi. Termasuk 10 toliet yang juga akan disiapkan,” imbuhnya saat ditemui di kantornya, Kamis (21/2/2019). 

Pembangunan rest area ini dilakukan melihat saat ini lahan parkir bus di Desa Tulungrejo itu tidak mencukupi. 

Terlebih desa ini menjadi jujukan wisatawan yang ingin berwisata petik apel. Jadi,  sangat dibutuhkan rest area.

Menurut Suliyono, pembangunan itu dilakukan untuk mengatasi beragam permasalahan yang terjadi. Tentunya juga akan memajukan pariwisata di Desa Tulungrejo dan perekonomian masyarakat di sana.

Untuk tahun ini Desa Tulungrejo mendapatkan Dana Desa (DD) sebesar Rp 1,8 miliar. Lalu dana bagi hasil pajak Rp 800 juta.

“Kalau yang DD tahun 2018 lalu Rp 1,4 miliar dan dana bagi hasil pajak Rp 700 juta,” tutupnya. 

End of content

No more pages to load