Kunjungan kerja Anggota Wantimpres Abdul Malik Fajar (kiri) bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko di Balaikota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Kunjungan kerja Anggota Wantimpres Abdul Malik Fajar (kiri) bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko di Balaikota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah RI tengah gencar mengupayakan revitalisasi dan revalidasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di era digital dan ekonomi kreatif. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Hari ini (21/2/2019) Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Abdul Malik Fajar menggelar audiensi dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. 

Abdul Malik Fajar menjelaskan bahwa kunjungan kerja itu untuk menghimpun masukan terkait kebutuhan BLK di daerah. 

"Tugas sebagai Wantimpres adalah memberikan pertimbangan dan nasehat kepada Presiden. Untuk itu, kunjungan kerja ini mencari masukan untuk melakukan revitalisasi dan revalidasi BLK dalam menyongsong era digital dan ekonomi kreatif," terangnya.

Sejalan dengan perkembangan IPTEK serta era industri 4.0, lanjutnya, dipandang perlu dilakukan revitalisasi dan revalidasi BLK. 

"Persaingan sumber daya manusia (SDM) dan tenaga kerja makin tinggi, artinya kualitas tenaga kerja kita juga harus semakin meningkat," sebutnya. 

Dalam audiensi yang berlangsung di Balaikota Malang itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan bahwa angka pengangguran di Kota Malang cukup tinggi di Jawa Timur. 

"Tingginya angka pengangguran ini salah satunya disebabkan mahasiswa yang selesai studi tidak kembali ke daerah asal. Tetapi, mencari kerja bahkan hingga berkeluarga di Malang," sebutnya. 

Pria yang akrab disapa Bung Edi itu juga menyampaikan harapan agar kehadiran Anggota Wantimpres dapat memberikan dorongan yang positif bagi pembangunan di Kota Malang.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

"Bukan saja menyampaikan permasalahan yang sedang terjadi di daerah, tetapi juga memberikan masukan-masukan terhadap program kegiatan kepada Pemerintah Pusat," sebutnya. 

"Saya berharap kepala OPD yang hadir saat ini dapat berperan aktif menyampaikan aspirasinya," tegas Sofyan Edi. 

Dalam agenda tersebut juga hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Malang, Abdul Malik beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan terkait kebutuhan tenaga kepariwisataan. 

Menurutnya, di Kota Malang, sektor pariwisata terutama hotel, restoran, menempatkan tenaga-tenaga lulusan sekolah vokasi khususnya SMK.

Dari lulusan yang ada, belum semuanya bisa tertampung dengan baik pada hotel dan restoran di Kota Malang karena belum memenuhi beberapa persyaratan untuk masuk di sektor tersebut. 

"Semoga apa yang telah kami sampaikan mampu mendapatkan solusi terbaik dari Pemerintah Pusat," sebutnya.