Ilustrasi ujian anak SD (Ist)

Ilustrasi ujian anak SD (Ist)



MALANGTIMES - Masih banyaknya sekolah yang menerapkan kebijakan melakukan tes masuk bagi calon siswa sekolah dasar (SD) kelas 1 mendapat reaksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Reaksi tersebut didasarkan pada tujuan pendidikan dasar itu sendiri. Sehingga, Kemendikbud meminta praktik melakukan seleksi untuk calon siswa SD kelas 1 dengan cara menerapkan tes calistung (baca, tulis dan berhitung) tidak dilanjutkan tahun 2019 ini.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi. Dia mengatakan SD tak perlu menerapkan tes calistung untuk saringan masuk kelas 1.

"Ini perlu kami tekankan karena banyaknya isu calon peserta didik harus mengikuti tes calistung untuk masuk SD. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajar calistung," tandas Didik seperti dikutip Tirto.

Tes masuk SD melalui tes calistung bukan sekadar isu. Sebut saja di Kabupaten Malang. Beberapa SD swasta masih mempraktikkan tes saring tersebut. Dimungkinkan tes saring masuk SD diterapkan agar sekolah tersebut memiliki murid-murid yang siap untuk belajar sejak kelas 1. Tanpa perlu lagi mengajari murid belajar calistung.

"Iya, masih wajib tes kalau mau masuk sekolah ini. Jadinya, saya siapkan anak saya di PAUD yang mengajari calistung," kata Sri Widyia A. (43), warga Kepanjen, saat menunggui anaknya sekolah, Kamis (21/02/2019).

Di wilayah tetangganya, Kromengan dan Sumberpucung, juga senada. Para ibu yang setia menunggu anaknya di PAUD menyatakan hal yang sama. Yakni, mereka menginginkan SD yang dianggapnya favorit. "Untuk bisa masuk ke SD itu, ya harus ikut ujian biar bisa sekolah di sana," ujar Dyah Astuti (40) kepada MalangTIMES.

Kondisi tersebut membuat PAUD yang mengajarkan calistung jadi favorit para ibu untuk menyekolahkan anaknya di lembaga yang sebenarnya tidak boleh mengedepankan calistung. Padahal, esensi PAUD adalah memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh-kembang anak dan dilaksanakan melalui pendekatan bermain sambil belajar.

 Hal ini juga diperkuat melalui Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) PAUD Kurikulum 2013. Yakni, pendidikan yang harus diterapkan pada PAUD (anak usia 5-6 tahun) adalah pendidikan karakter, bukan calistung. Pendidikannya berupa nilai agama dan moral. Secara teknisnya mengenai pendidikan fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. 

Sedangkan khusus pelajaran berhitung bukanlah ala matematika. Tapi, kemampuan anak mengurutkan angka dari 1-10.

Fenomena masih adanya tes masuk untuk calon siswa kelas I SD tersebut membuat Kemendikbud dalam waktu dekat akan membuat surat edaran ke berbagai SD untuk menghentikan kebijakan tes calistung bagi calon peserta didik kelas 1. Syarat untuk menjaring calon siswa kelas 1 hanya usia. Sesuai dengan  Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), syaratnya  cuma usia calon peserta didik berusia tujuh tahun atau paling rendah enam tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

 

End of content

No more pages to load