Kejayaan masa lalu Singosari sebagai spirit pembangunan KEK yang masih terkendala PP sampai saat ini. (dok MalangTIMES)

Kejayaan masa lalu Singosari sebagai spirit pembangunan KEK yang masih terkendala PP sampai saat ini. (dok MalangTIMES)



MALANGTIMES - Euforia Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang harus kembali diturunkan tensinya. Terutama setelah seluruh rangkaian panjang perjuangan tim Pemkab Malang dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari sudah mau mencapai garis finis.

Harapan besar atas regulasi KEK Singosari melalui peraturan pemerintah (PP) yang ditarget akhir Januari terbit kembali kandas. Pemkab Malang harus kembali bersabar menanti regulasi tersebut. Entah sampai kapan akan adanya kepastian tentang terbitnya PP sebagai payung hukum megaproyek satu-satunya di Jawa Timur (Jatim).

Aksesnya, Pemkab Malang tidak bisa melakukan apapun terkait kelanjutan pembangunan KEK Singosari. Padahal, seluruh persyaratan dan kesanggupan pembangunan tahap I sudah sejak tahun lalu dipersiapkan secara matang.

"Sebenarnya kami sudah menyusun rencana kerja bila PP terbit. Dari tahap pertama sampai selanjutnya. Tapi dengan belum keluarnya PP sampai saat ini, tidak banyak yang bisa kami lakukan saat ini," kata Tomie Herawanto, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang.

Kondisi tersebut membuat langkah mewujudkan KEK lumpuh sementara. Target yang sudah digaungkan tahun 2019 akan kembali molor tanpa adanya PP.

Disinggung persoalan melesetnya janji  Dewan KEK Nasional mengenai PP yang janjinya akan terbit akhir Januari lalu, Tomie tidak bisa memastikan alasannya. "Untuk hal tersebut, yang tahu pusat. Yang pasti, seluruh syarat yang wajib dipenuhi telah selesai semua. Ini dibuktikan dengan rapat final waktu lalu di Jakarta," ujar mantan kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang ini.

Aura pesimistis juga dilontarkan Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi atas tidak terbitnya PP KEK Singosari seperti yang dijanjikan. Sanusi mengatakan secara tegas Dewan KEK Nasional menjanjikan akhir bulan Januari 2019 PP sudah terbit.

“Janjinya memang akhir bulan Januari. Tapi sampai sekarang PP-nya belum turun. Ya mau apa,” ucapnya.

Walau dengan kondisi tersebut, Pemkab Malang terus mencoba bersabar serta mulai memfokuskan pada penggalian dan pengembangan potensi di kawasan penyangga KEK Singosari, seperti wilayah Pakis.

Sambil menunggu kepastian terbitnya PP KEK Singosari, OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, mengisinya dengan mengembangkan potensi masyarakat di kawasan penyangga. "Kami terus hidupkan hal ini di wilayah penyangga KEK Singosari. Harapannya saat KEK memang telah terbangun, kawasan penyangga benar-benar menjadi penyangganya," tutur Made Arya Wedanthara, kepala Disparbud Kabupaten Malang.

End of content

No more pages to load