Tidak Pakai Bus Sekolah seperti Kota Malang, Pemkot Batu Siapkan Angkot Gratis untuk Angkut Siswa

MALANGTIMES - Melihat banyaknya pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), Pemkot Batu punya program khusus untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. 

Program ini mengajak kerjasama langsung dengan Polres Batu.

Hal tersebut disampaikan Punjul Santoso Wakil Wali Kota Batu saat ditemui MalangTIMES, Rabu (20/2/2019).

Ia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan rencana pemberlakuan angkutan gratis untuk para pelajar di Kota Batu. 

Rencana ini dinilai oleh Punjul mampu mengurangi angka kecelakaan di Kota Batu dan dinilai lebih aman jika naik angkutan umum saat pergi ke sekolah.

“Rencana ini perlu kajian yang dalam. Program ini nantinya kita ajak wali murid dan kepolisian” ujar Punjul.

Lanajutnya, program ini nantinya menggunakan teknis seperti jam khusus untuk para angkutan untuk menjemput anak sekolah agar tidak terlambat sampai di sekolah. 

Ia menuturkan para sopir angkutan gratis nanti akan melakukan penjemputan anak sekolah lebih pagi agar tidak terlalu lama menunggu datangnya angkutan dan tentunya para siswa tidak terlambat masuk sekolah.

“Kalau pagi, kewajiban dia harus mengangkut para pelajar itu terlebih dahulu. Di tengah jalan tidak boleh mengangkut selain pelajar, setelah selesai baru bisa mengangkut masyarakat umum lagi,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa Kota Batu memiliki keinginan untuk memiliki bus sekolah seperti halnya di Kota Malang. 

Namun, melihat lebar jalanan di Kota Batu dan ramainya kendaraan hal tersebut tidak memungkinkan untuk penambahan alat transportasi berupa bus sekolah.

“Lebar jalan kita itu kecil, nanti jika ditambah bus sekolah pasti susah, bisa tambah macet. Jadi kita fungsikan angkutan umum saja” ujar Punjul.

Ketua Sembilan Trayek Angkutan Kota Batu Heri Junaedi berharap angkutan gratis ini bisa segera direalisasikan. 

Sebab hal tersebut juga untuk menghidupkan kembali minat masyarakat yang mau menggunakan jasa angkutan umum. 

Selain itu, ia mengatakan bahwa sejauh ini pengguna angkutan umum terus berkurang. Sehingga para sopir angkot sangat menaruh harapan ketika jam pulang sekolah.

“Penumpang terbanyak dari anak sekolah itu, makanya banyak sopir yang nunggu jam pulang sekolah di depan sekolahan” ujar Heri.

Heri mengatakan angkutan khusus sekolah dibutuhkan, pihaknya tidak mempermasalahkan.

Sedangkan untuk teknis yang diberikan seperti apa, ia pasrahkan kepada pihak Pemkot Batu.

“Berangkat pagi atau pulang sekolah, kita siap menyesuaikan dengan jadwalnya,” pungkasnya.

Top