Salah satu perajin gerabah yang menandatangani berita acara penguatan kelembagaan di Kelurahan Penangungan bersama Disperin Kota Malang (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Salah satu perajin gerabah yang menandatangani berita acara penguatan kelembagaan di Kelurahan Penangungan bersama Disperin Kota Malang (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Untuk membantu membuka kejelasan pasar dari sentra Industri Kecil Menengah (IKM), Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, mengharapkan ada penguatan regulasi terkait kemitraan dari IKM dengan berbagi instansi, baik itu hotel, toko modern, perusahaan dan instansi lainnya.

Hal tersebut terungkap, saat Kepala Bidang (Kabid) Agro Kimia dan Makanan (Agrokim), Disperin Kota Malang, Prayitno melakukan sharing dan diskusi tentang penguatan kelembagaan yang mengundang para perajin gerabah di Kelurahan Penangungan (20/2/2019).

Dijelaskan Prayitno, selain pasar lokal, instansi juga diharapkan bisa membantu mendongkrak pasar dari para IKM, seperti hotel misalnya, dengan banyaknya tamu yang silih berganti, di situ bisa disisipkan souvenir karya dari para IKM.

"Dengan harga Rp 1000 atau Rp 2000, dikali sekian tamu, maka tentunya hal itu tentu akan sangat terasa," jelasnya saat menjadi pembicara dalam Penguatan Kelembagaan IKM di Kelurahan Penangungan.

Lanjutnya, selain dengan hotel, bisa juga dengan pihak kampus. Kampus tentunya memiliki mahasiswa yang jumlahnya puluhan ribu. Mereka pastinya tentu bakal lulus. Di situ dalam setiap wisuda, bisa dimasukkan unsur-unsur IKM sebagai souvenir.

"Hal itu tentu akan mengena. Bisa itu berupa keripik tempe, kemudian gerabah atau barang lainnya. Kan mahasiswanya banyak dari berbagai daerah. Terus mereka pulang ke daerahnya masing-masing, ini lo saya lulusan dari Malang, ada souvernirnya ciri khas Malang, barangnya bagus. Di situ secara tidak langsung maka akan ada promosi," jelasnya.

Terkait hal itu, maka pihaknya saat ini ingin memastikan bahwa regulasi memang mengikat sebuah kemitraan, dimana hal ini bukan berarti mempreasure pihak mitra.  Tetapi dalam sisi ini, mengajak untuk bagaimana bersinergi mencari untung secara bersama.

"Hotelmu, kampusmu di Malang itu kan disukai, ayo kita sama-sama mengangkat potensi Kota Malang secara bersama-sama. Memang regulasi kemitraan dalam keputusan menteri sudah ada. Namun saya belum membreakdown secara detail, dan jika ternyata sudah ada produk Perda terkait hal itu, maka itu harus dipastikan lagi, menjadi keterbacaan semua pihak dan kemudian harus disikapi secara baik oleh semua pihak, jangan sampai aturan tersebut tak berjalan," pungkasnya.