MALANGTIMES - Ratusan warga Kota Malang sejak Rabu (20/2/2019) pagi memadati area Balai Kota Malang. Mereka datang untuk melakukan perekaman E-KTP yang sengaja dilaksanakan Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) selama dua hari hingga Kamis (21/2/2019) besok.

Sampai sore sekitar pukul 15.00 WIB, proses perekaman pun terus berlanjut. Perekaman yang sebelumnya berlangsung di area luar kawasan Balai Kota Malang dan Gedung DPRD Kota Malang itu pun terpaksa dipindahkan ke halaman utama Gedung DPRD Kota Malang. Lantaran hujan sempat terjadi beberapa saat.

Di halaman utama Gedung DPRD Kota Malang itu, tampak warga dengan sabar menunggu namanya dipanggil oleh petugas. Bukan hanya mereka yang menukarkan surat keterangan menjadi E-KTP, kebanyakan yang datang untuk melakukan perekaman adalah para pemula atau yang baru menginjak usia 17 tahun.

"Harapan kami yang melakukan perekaman adalah warga yang sudah memiliki surat keterangan (suket). Tapi antusias masyarakat luar biasa, dan akan kami layani sampai besok sesuai perintah pak Wali Kota Malang," terang Sekretaris Dispendukcapil Kota Malang, Slamet Utomo pada MalangTIMES, Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan, sejak pagi tadi pihaknya menyediakan sekitar 500 kepingan E-KTP. Pihaknya pun tak membatasi berapa jumlah maksimal untuk perekaman yang masih berlangsung sampai sekarang ini.

"Nanti kalau habis akan ambil lagi, ini akan berlangsung sampai besok," jelasnya.

Lebih jauh Slamet menjelaskan jika upaya jemput bola ini memang sengaja dilakukan untuk memberi layanan kepada masyarakat. Di samping memang menjadi salah satu agenda peringatan HUT Kota Malang ke 105 yang akan jatuh pada April mendatang.

Sampai saat ini, menurutnya kebanyakan yang datang melakukan perekaman adalah pemula. Selain itu warga yang memang KTP nya hilang ataupun rusak. Dalam satu hari, proses pengurusan pun langsung dilakukan.

Sementara itu, Warga Klayatan gang 2, Emmy Sugiarti merasa sangat terbantu dengan program yang dibuat oleh Pemerintah Kota Malang tersebut. Meskipun harus antre sejak pagi, dia sama sekali tidak merasa keberatan.

"Yang penting ini suket sudah bisa diganti menjadi E-KTP, kalau antre panjang nggak masalah," terangnya.