Isi surat permohonan maaf pelaku pencurian yang dilayangkan kepada pengasuh Ponpes Al Ishlahiyah, Kecamatan Singosari. (Foto : Istimewa)

Isi surat permohonan maaf pelaku pencurian yang dilayangkan kepada pengasuh Ponpes Al Ishlahiyah, Kecamatan Singosari. (Foto : Istimewa)



MALANGTIMES - Unik. Kata itu tepat untuk mengambarkan aksi pencurian uang ratusan juta yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlahiyah, Singosari, Kabupaten Malang.

 Lantaran mendadak viral dan sosoknya menjadi orang yang diburu polisi, pelaku pun nekat melayangkan surat kepada pengurus pondok tersebut.

Sebelumnya, seperti yang sudah diberitakan, Rabu (13/2/2019) lalu Ponpes Al Ishlahiyah mendadak menjadi sorotan warganet. Soalnya, uang ratusan juta raib digondol maling.

Aksi pencurian yang dilakukan pelaku mendadak viral setelah rekaman closed circuit television (CCTV) merekam seluruh aksinya. Dalam rekaman vidio yang berdurasi sekitar 15 menit tersebut, seorang perempuan tampak dengan tenang saat mengobok-obok ruang kantor pondok putri Al Ishlahiyah.

Setelah beraksi, perempuan tersebut mengenakan jilbab cokelat dan pakaian berwarna putih serta mengenakan rok dan membawa tas ransel. Dia bergegas kabur setelah berhasil menggondol uang ratusan juta.

Saat itu, pihak pengelola pondok menaksir uang yang raib sekitar Rp 135 juta. Namun setelah direkap ulang, ternyata uang yang dicuri mencapai Rp 213 juta. “Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 146 juta dikembalikan oleh pelaku,” kata cucu pendiri Ponpes Al Ishlahiyah, Ahsani F. Rahman.

Pengembalian sejumlah uang yang dilakukan pelaku dikirim melalui jasa pengiriman paketan dan diterima pihak pengelola pada Senin (18/2/2019) pagi. “Selain mengembalikan sebagian hasil uang curian, pelaku juga menyertakan surat permohonan maaf,” sambung pria yang akrab disapa Gus Sani ini.

Berdasarkan penelusuran MalangTIMES, diketahui pelakunya bernama Siska Zumrotul Fauziah. Surat permohonan maaf yang ditulis pada selembar kertas yang berukuran A4 itu tampak dibuat menggunakan print dan tulisan tangan. Berikut isi tulisannya.

Assalamualaikum wr wb

Sebelumnya saya minta maaf atas kesalahan saya, saya minta maaf kepada seluruh pengasuh, pengurus, santri, dan semuanya.

Maaf saya tidak berani untuk mengembalikan ini secara langsung.

Saya minta maaf sekali.

Saya mohon untuk memaafkan saya dan kesalahan saya, saya tahu ini adalah perbuatan salah yang melanggar hukum, sepuntene (mohon maaf).

Saya minta maaf kepada semuanya, tolong maafkan saya, agar saya bisa tenang.

Saya berjanji kepada panjenengan sedoyo (anda semuanya) dan Ya Allah, saya tidak akan melakukan hal ini lagi, dimanapun dan kapanpun, saya khilaf, saya salah, saya bodoh, saya minta maaf.

Saya mohon kepada panjenengan (anda) untuk memaafkan saya dan mencabut laporan di polisi dan menghapus semua foto dan video cctv, saya mohon, orangtua saya sakit, saya takut kalau orang tua tahu nanti terkena serangan jantung, saya mohon sekali pak yai dan bu nyai, maafkan saya yang bodoh telah melakukan kesalahan tersebut, maaf saya tidak memikir panjang apa yg saya lakukan, sepuntene (maaf), saya janji tidak akan mengulangi kesalahan ini, saya mohon untuk mencabut laporan ini.

Demi Allah saya berjanji kaleh njenengan (dengan anda) dan ya Allah tidak akan mengulangi ini lagi, tolong maaf kan saya pak yai, saya takut pak yai, takut kaleh sedoyono (sama semuanya), sepuntene (maaf).

Kulo ngertos (saya tahu) pak yai tiang sae (orang baik), kulo nyuwun pangapunten (saya minta maaf).

Saya mohon kaleh jenengan (dengan anda), untuk mencabut laporan dan menghapus foto dan vidio cctv, saya takut orangtua saya sakit semakin parah.

Kulo (saya) mohon pak yai lan (dan) bunyai.

Kulu nyuwun pandongane (saya minta doanya) pakyai lan (dan) bunyai untuk kulo bertobat, kulo nyuwun (saya minta) ke ikhlasanipon panjenengan (keikhlasan anda), kulo nyuwun keridhoane panjenengan (saya minta keridhoan anda), kulo nyuwun pandongane jenengan (saya minta doa dari anda).

Sepuntene kulo mboten cukup mntal ngadep marang njenengan (maaf saya tidak punya mental untuk menghadap anda), sepuntene kulo mboten wanton sowan dateng njenengan (maaf saya tidak berani bertamu kerumah anda), kulo nyuwun pangapunten (saya mohon maaf), bekmenawi kulo mati ben kulo tenang (misal saya meninggal agar bisa tenang)

Sepuntene (maaf)

Maturnuwun (terimakasih)

Wassalamualaikum wr wb.

Begitulah tulisan permohonan maaf yang ditulis melalui cetakan print. Mungkin karena kurang yakin dan masih merasa ragu, pelaku juga menyematkan kalimat tambahan yang ditulis menggunakan tulisan tangan.

“Saya masih sekolah, saya masih ingin melanjutkan sekolah saya. Tulong pangapuntennya tulung jenengan cabut laporannya sepuntene (tolong dimaafkan, tolong laporannya dicabut, maaf),” tulisnya.

End of content

No more pages to load