Area Pasar Andong Jajanan Tempoe Doloe di Kampoeng De Berran, di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Area Pasar Andong Jajanan Tempoe Doloe di Kampoeng De Berran, di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Wisata desa di Kota Batu terus berkembang dan berusaha menyuguhkan kreativitas-kreativitas baru. 

Seperti terlihat di Kampoeng De Berran di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.  

Setiap hari Minggu kampung wisata ini menyuguhkan pasar tradisional dengan menghadirkan rumah tematik ala minang. 

Kampoeng De Berran ini mulanya dikembangkan kolam pemandian dengan air sumber. 

Untuk masuk berenang wisatawan hanya dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang.

Tingginya antusias wisatawan membuat pengelola kampung wisata ini terus menambah fasilitasnya. Salah satunya dengan menambahkan gazebo-gazebo yang didesain layaknya rumah minang. 

Totalnya kurang lebih ada 7 unit gazebo diarea Pasar Andong Jajanan Tempoe Doloe. 

Di sana wisatawan dibebaskan makan bersama keluarga, bahkan diperbolehkan memasak.

“Di area ini wisatawan boleh makan bersama atau mau masak juga dipersilakan. Karena memang kami memfasilitasi wisatawan untuk itu,” kata Sugiono pengelola Kampoeng De Berran.

Tidak hanya itu saja, setiap hari Minggu di sana akan ada pasar tradisional di area Pasar Andong Jajanan Tempoe Doloe. 

Sesuai dengan namanya pasar itu akan menyuguhkan beragam jajanan dan makanan khas yang pasti akan membuat wisatawan ketagihan.

“Tapi belinya nanti harus pakai uang sen sesuai dengan tema yang kita usung tempo doloe. Jadi harus menukarkan uang dulu,” ungkapnya, Selasa (19/2/2019)

Setiap hari Minggu di sana akan ada beragam jajanan tradisonal. Antara lain cenil, dawet, nasi empok, dan sebagainya.

Selain mengenalkan jajanan tradisional, lanjut pria yang akrab disapa Sogik ini, event setiap hari Minggu itu juga bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar di Desa Oro-Oro Ombo. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

“Sebagai wisata desa, kami berharap keberadaan kampung ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sehingga sama-sama diuntungkan,” harap Sogik. 

End of content

No more pages to load