Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beragam cara dilakukan Pemkot Batu untuk mengatasi permasalahan sampah popok.

Terobosan kali ini dengan mewadahi dan membeli hasil daur ulang sampah pokok.

Masyarakat yang bisa mengolah sampah popok menjadi barang yang memiliki nilai lebih bisa diinformasikan kepada Pemkot Bau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Nantinya Pemkot Batu yang akan menjual barang daur ulang popok tersebut.

Melihat saat ini sampah popok masih banyak ditemukan di sungai. 

“Sampai kita siapkan bin kontainer yang sudah disebar di 24 desa/kelurahan. Untuk masing-masing desa/kelurahan itu akan diberi 1-2 unit bin kontainer,” kata Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq. 

Bin kontainer saat ini sudah ada sebanyak 48 unit. Bahkan di jalan protokol juga disediakan. 

Ukuran bin kontainer itu panjangnya 1,5 meter, tinggi 1 meter yang mampu memuat hingga 660 liter sampah popok. 

Arief menambahkan, daur ulang popok itu segera diterapkan di tiap bank sampah di Kota Batu.

Menggerakkan bank sampah merupakan salah satu solusinya.

Sebab saat ini di Kota Batu ada sekitar 90 bank sampah aktif dengan anggota sekitar 4.500 orang.

Nantinya mereka akan diberikan pelatihan terlebih dahulu.

“Tentunya ke depan tidak hanya mengatasi permasalahan popok, tapi juga berimbas pada perekonomian masyarakat Kota Batu,” imbuhnya. 

Sedang popok itu bisa didaur ulang ulang untuk dibuat menjadi tas, pot bunga, dompet hingga hiasan bunga.