Fogging di salah satu wilayah di Kota Malang (Istimewa).

Fogging di salah satu wilayah di Kota Malang (Istimewa).



MALANGTIMES - Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih marak di Jawa Timur, tanpa kecuali Kota Malang. Sepanjang Januari 2019 saja, Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat ada 46 orang yang terjangkit DBD.

Alhasil, tak sedikit warga yang mulai berbondong-bondong untuk meminta fasilitas fogging di beberapa perumahan. Tapi ternyata, fogging bukan satu-satunya cara untuk menghilangkan nyamuk demam berdarah sampai 100 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi menjelaskan, fogging pada dasarnya merupakan cara terakhir yang bisa dilakukan untuk membasmi nyamuk. Karena ketika ada jentik yang terkena melatonin fogging, bukan tidak mungkin membuat pertumbuhan nyamuk lebih cepat.

"Fogging itu alternatif terakhir, ada baiknya masyarakat itu melakukan pencegahan," kata Asih pada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, pencegahan yang bisa dilakukan itu adalah membersihkan rumah dan lingkungan. Terutama genangan air, agar dipastikan tidak berada di kawasan rumah warga. Karena jentik-jentik nyamuk banyak berkembang di kubangan dan genangan air tersebut.

"Walau difogging tapi tak ada kerja bakti membuang air menggenang nggak akan efektif," jelasnya.

Dia pun berharap agar masyarakat terus meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan. Minimal rumahnya sendiri dan yang berada di dekat rumahnya. Sehingga tidak menimbulkan penyakit.

"Kota Malang memang jumlahnya tidak telalu tinggi di Jatim. Tapi warga dan pemerintah Kota Malang wajib mencegahnya. Maka harus bareng-bareng menjaga lingkungan. Karena yang paling rawan terkena itu adalah wilayah yang kotor," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load