Ratusan Pemilih Pindah Pilih Serbu Kota Batu

MALANGTIMES - KPU Kota Batu telah menerima daftar pemilih masuk sejumlah 562 orang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang. Dengan demikian, dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tambahan (DPTb) daftar pemilih khusus (DPK) Kota Batu, jumlah pemilih di Kota Batu ada 155.326 orang. 

Hasil itu disampaikan pada Senin (18/2/2019) di Samara Hotel & Resort. Rinciannya, jumlah pemilih masuk (DPTb) perubahan di Kecamatan Batu ada 128 pemilih. Yakni 69 laki-laki dan 59 perempuan. 

Lalu di Kecamatan Bumiaji, ada 7. Mereka 3 laki-laki dan 4 perempuan. Dan di Kecamatan Junrejo ada 437 pemilih, yaitu 206 laki-laki dan 221 perempuan.

“Jumlah pemilih masuk DPTb perubahan ini memang cukup banyak dark Luar Malang Raya hingga luar Provinsi Jawa Timur. Dan yang mendominasi ada di Kecamatan Junrejo,” kata komisioner KPU Kota Batu divisi perencanaan dan data Ashar Chilmi.

Sedangkan  jumlah pemilih keluar perubahan ada 62 orang. Rinciannya di Kecamatan Batu ada 35, yakni 22 laki-laki dan 13 perempuan. 

Lalu di Kecamatan Bumiaji ada 14 pemilih, yang terdiri 11 laki-laki dan 3 perempuan. Dan di Kecamatan Junrejo ada 13, yaitu 10 laki-laki dan 3 perempuan.

Bertambahnya pemilih yang masuk di Kota Batu tentunya berimbas dengan bertambahnya data pemilih di Kota Batu. Rinciannya jika semula jumlah daftar pemilih tetap hasil perbaikan-2 (DPTHP-2) mencapai 154.826 pemilih, dengan ditambah 562 dikurang 62, hasilnya 155.326.

Rincian di masing-masing kecamatan yakni Kecamatan Batu 71.134 pemilih. Sedangkan di Kecamatan Bumiaji ada 45.831 dan di Kecamatan Junrejo ada 38.361 pemilih. 

Ashar menjelaskan jumlah ini besar karena di Kota Batu banyak sentra sekolah tinggi agama. Misalnya  Sekolah Al Kitab Batu, Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Sekolah Tinggi Agama Buddha, dan pondok pesantren.

“Mereka melakukan proses pengurusan ke KPU Kota Batu. Dan setelah kami cek, sesuai dengan e-KTP yang diserahkan dan benar-benar mereka sudah terdaftar di DPT daerah asalnya. Kemudian kami urus untuk surat A5-nya dan kebetulan mereka menempuh pendidikan,” imbuhnya. 

Tetapi di tahap kedua mendatang, KPU berharap tidak banyak yang melakukan pindah pilih di Kota Batu. Pasalnya, ada keterbatasan surat suara

“Harapan kami di tahap kedua nanti jumlahnya tidak sedemikian banyak sehingga berkurang. Itu karena surat suara kami juga terbatas,” tutup Ashar.

Top