Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya (3 dari kanan jongkok) bersama Hj Jajuk Rendra Kresna bersama pelaku industri pariwisata (Disparbud Kab Malang)

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya (3 dari kanan jongkok) bersama Hj Jajuk Rendra Kresna bersama pelaku industri pariwisata (Disparbud Kab Malang)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Kesungguhan pemerintah pusat terhadap sektor pariwisata yang menyumbang devisa terbesar kedua setelah crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit sebesar 13,568 miliar dollar AS di tahun 2016 lalu perlahan tapi pasti terus dibuktikan secara serius. 

Hal tersebut terbukti dengan ditingkatkannya dukungan terhadap berkembangnya sektor pariwisata.

Kini, salah satu dukungan pemerintah pusat atas industri pariwisata diwujudkan dalam kredit usaha rakyat (KUR) Pariwisata. 

Walau masih terbilang belum maksimal, KUR Pariwisata kini semakin terlihat menggeliat.

Sebagai catatan, BNI tahun lalu telah menyalurkan KUR sebesar Rp 16 triliun kepada 147.691 debitur UMKM. 

Sebesar 54 persen diberikan kepada sektor produksi, yaitu perdagangan serta sektor lainnya berupa manufaktur dan pertanian.

Peningkatan animo terhadap KUR pariwisata disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara dalam acara sosialisasi dan coaching clinic di Singosari, Senin (18/02/2019).

Made Arya mengatakan, animo industri pariwisata di Kabupaten Malang terus meningkat dengan adanya KUR Pariwisata. 

"Animonya meningkat untuk mengakses KUR Pariwisata. Saat ini sudah ada 80 unit usaha pariwisata yang memanfaatkan KUR Pariwisata," katanya antusias.

Antusias tersebut, masih menurut Made Arya, sebagai tanda bahwa KUR Pariwisata di Kabupaten Malang memiliki prospek untuk diakses lebih banyak lagi oleh para pelaku industri pariwisata. 

"Kita optimis program KUR akan terus bertambah dengan antusias saat ini," ujarnya yang juga menyampaikan bahwa saat ini mayoritas pelaku usaha pariwisata yang memanfaatkan program tersebut adalah pemilik homestay.

"Sisanya adalah toko oleh-oleh, jasa rental jeep dan lainnya," imbuh Made Arya.

Disinggung mengenai jumlah pinjaman yang bisa diakses oleh pelaku pariwisata di Kabupaten Malang, Made Arya menyampaikan antara Rp 10 juta sampai Rp 25 juta tanpa anggunan dengan bunga sekitar tujuh persen per tahunnya.

Skema KUR pariwisata akan difokuskan untuk pengembangan usaha pariwisata di 10 lokasi Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Dimana Bromo Tengger Semeru (BTS) serta berbagai destinasi wisata tersebut berada juga di wilayah Kabupaten Malang.

Disparbud Kabupaten Malang berharap banyak dengan adanya program KUR Pariwisata tersebut para pelaku industri wisata akan semakin terangkat. Khususnya dalam mengakses permodalan tanpa berbelit-belit serta kesulitan.

"Sehingga mereka menjadi terbantu dalam mengembangkan usahanya dengan mengikuti program KUR dari Kementerian Pariwisata yang menggandeng bank milik pemerintah," pungkas Made Arya.

End of content

No more pages to load