Ilustrasi (Lampu ijo)
Ilustrasi (Lampu ijo)

MALANGTIMES - Kelakuan Farid Aminudin (27) alias Sandal, warga Jalan Anggrek, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang benar-benar kurang ajar. Sebab ia tega mengkibuli seorang remaja yang hendak menjual HP miliknya dan justru membawa kabur motor remaja tersebut.

Awalnya korban bernama Kevin (17) warga Jl Anggrek, Blitar, memposting HP yang akan ia jual melalui media sosial Facebook (7/1/2019). Setelah beberapa waktu berselang, pelaku menghubungi korban. Modus yang dilakukan Farid yakni berpura-pura menjadi seorang pembeli yang akan membeli HP korban. Setelah terjadi kesepakatan lewat HP, kemudian pelaku dan korban sepakat untuk Cash On Delivery (COD).

Dan saat sudah bertemu dengan korban, pelaku lantas mengatakan, jika yang berniat membeli HP korban adalah teman pelaku dan saat itu tidak ikut untuk melihat HP yang dijual korban.

Selanjutnya, pelaku meminta korban untuk mengantarkannya menemui temannya. Pelaku dan korban kemudian berboncengan dan sempat mengitari kawasan alun-alun. Setelah itu tak lama, pelaku meminta korban turun di pinggir jalan dan pelaku mengatakan agar korban menunggu sejenak.

"Pelaku beralasan mau menunjukan HP kepada temannya. Korban yang percaya mengikuti kata-kata pelaku, tapi kemudian motor dan HP dibawa kabur," jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKp Komang Yogi Arya Wiguna.

Setelah menunggu berjam-jam, korban akhirnya mulai curiga dan mulai sadar jika ia menjadi korban penipuan. Korban sudah coba  menghubungi ponsel miliknya yang dibawa pelaku. Namun saat itu ponsel korban sudah tidak aktif lagi. Dari situ korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota.

Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan dari korban, polisi akhirnya berhasil menemukan pelaku di kawasan Pakis. Setelah melakukan pengintaian, selanjutnya polisi berhasil menangkap pelaku.

Dari modus yang dilakukan pelaku, diduga, pelaku tak hanya sekali beraksi dan sudah seringkali beraksi dengan modus yang sama.

Sampai saat ini (18/2/2019), pelaku terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengungkap kejahatan-kejahatan lain yang diduga juga dilakukan pelaku. Pelaku terancam pasal 378 dengan ancaman empat tahun penjara.