Ratusan warga saat menjalani pengobatan gratis yang diadakan YBM-PLN beserta beberapa instansi terkait, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Ratusan warga saat menjalani pengobatan gratis yang diadakan YBM-PLN beserta beberapa instansi terkait, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Kasan, warga Desa Bangelan Kecamatan Wonosari, terlihat begitu antusias ketika mengetahui tim medis sedang mempersiapkan diri untuk memeriksa ratusan warga yang hendak berobat, Minggu (17/2/2019) pagi.

Pria yang kini berusia 63 tahun itu, merupakan satu dari ratusan warga yang juga berminat untuk menjalani pengobatan gratis, di Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Qur’an Al Falah. “Sekitar pertengahan tahun 2007 lalu, saat hendak mencari ramban (makan ternak) saya jatuh dari pohon setinggi tiga meter. Sejak saat itu saya mengalami sakit di bagian punggung,” kata Kasan saat ditemui seusai menjalani pengobatan.

Praktis, sudah 11 tahun belakangan, kakek yang berusia lebih dari setengah abad ini, menahan rasa sakit yang luar biasa di punggungnya. Tak kuasa menahan penyakit yang dideritanya. Kasan sempat keluar masuk rumah sakit yang ada di Malang Raya. “Saat berobat, saya disuruh rontgen. Hasilnya, tulang saya tidak ada yang patah. Hanya saja dokter menyarankan agar dioperasi untuk bisa pulih dari rasa sakit yang saya rasakan,” sambung pria yang dikaruniai tiga orang anak ini.

Karena tidak punya biaya, dia memilih pengobatan alternatif. Meski sudah keluar masuk tempat pengobatan, nyatanya penyakitnya tak kunjung sembuh. “Kalau ditotal ada Rp 15 juta lebih biaya yang saya keluarkan untuk berobat selama ini,” terang kakek yang kini memiliki lima cucu tersebut.

Hari demi hari, pria yang bekerja sebagai penggembala kambing ini, hanya bisa pasrah saat rasa sakit yang dideritanya kambuh. Bahkan, jika tidak kuat menahan, Kasan pergi ke tukang pijat di kampunya, untuk sekedar mengurangi rasa sakit di punggungnya. “Beberapa hari lalu dapat kabar jika akan ada pengobatan gratis. Ya saya merasa bersyukur bisa terdaftar dan menjalani pengobatan. Ini tadi sudah mendingan saat ditangani dokter, pulang-pulang juga dikasih obat tiga macam,” ucap Kasan dengan nada lugas.

Seperti diberitakan sebelumnya, malangtimes.com bersama Yayasan Baitul Maal - Perusahaan Listrik Negara (YBM - PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UPPP) Malang, BMH (Baitul Maal Hidayatullah), Korps Brimob Ampeldento, bekerja sama mengadakan bakti sosial di ponpes yang dikenal dengan sebutan pondok kandang kambing, Minggu (17/2/2019).

Sementara itu, Manajer Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim menuturkan, dalam aksi sosial kali ini, selain memberikan pengobatan gratis. Tim gabungan juga mengelar bagi-bagi sembako, terhadap warga yang membutuhkan. “Total ada sekitar 300 lebih, warga yang menjalani pengobatan sekaligus mendapatkan sembako,” kata Imam.

Bakti sosial dengan tema Aksi Peduli Dhuafa tersebut, melibatkan enam tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang, serta perawat puskesmas seputaran Kecamatan Wonosari.

Sedangkan untuk pengadaan sembako, disediakan sebanyak 200 lebih bingkisan, yang didatangan oleh YBM-PLN. “Sebelumnya tim sudah melakukan survei, dan di lokasi sini memang terdapat warga yang kurang mampu. Selain itu juga banyak warga lainnya yang mengeluhkan sakit, untuk itu kami juga mengadakan pengobatan gratis sekaligus pemberian obat sebagai proses pemulihan,” ujar Imam.

 

End of content

No more pages to load