Aksi protes warga kepada Pemkab Malang di atas jembatan Dermo yang terletak Di RT 1
Aksi protes warga kepada Pemkab Malang di atas jembatan Dermo yang terletak Di RT 1

MALANGTIMES - Puluhan warga Dusun Dermo, Desa Mulyoagung, kecamatan Dau, Kabupaten Malang gelar aksi penggalangan koin, Minggu (17/2/2019). 

Aksi ini merupakan bentuk protes warga Dermo terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Malang.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Dalam aksinya, warga Dermo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dermo Terdampak Banjir, mendesak Pemkab Malang agar segera merevitalisasi sungai Dermo yang belakangan ini sering terjadi banjir hingga masuk ke rumah warga yang tinggal di RT 1 RW 2, RT 4 RW 1, dan RT 2 RW 2.

"Aksi penggalangan koin ini merupakan bentuk protes warga Dermo atas aspirasi yang tidak didengar oleh Pemerintah Kabupaten Malang" Kata Jony Santoso korlap Aksi saat diwawancarai Malang Times News.

Jony menuturkan bahwa setiap kali datang hujan deras, Sungai Dermo tersebut terjadi luapan air hingga masuk ke rumah warga di sekitar pinggiran sungai. 

Luapan tersebut terjadi karena adanya penyempitan dan pendangkalan sungai Dermo sebagai akibat dsri dugaan warga terhadap banyaknya pembangunan perumahan di sekitar sungai. 

Dampaknya, area peresapan air ketika hujan berkurang dan terjadi banjir. Seperti banjir yang terjadi pada Sabtu (16/2/2019) malam.

Terjadi banjir karena adanya penyempitan dan pendangkalan sungai Dermo. 

aksi penggalangan dana yang oleh Warga dermo yang terdampak banjir

Penyempitan terjadi, karena diduga banyaknya pembangunan perumahan di sekitar sungai sehingga menyebabkan kurangnya area peresapan.

"Banjirnya itu pas hujan deras, kemudian airnya meluap sampe ke rumah warga, tingginya itu sampe selutut orang dewasa" jelas Jony

Kemudian, ia menuturkan bahwa selama lima tahun terakhir ini, Dusun Dermo sering dilanda banjir setinggi lutut orang dewasa. 

Tak tahan dengan banjir yang sering terjadi saat hujan datang, warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintah desa.

Tuturnya, pemerintah desa sudah dua kali melakukan audiensi dengan Pemkab Malang agar segera direvitalisasi. 

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Namun hingga kini, tak ada tanggapan dari Pemkab Malang mengenai permintaan revitalisasi tersebut.

"Pemdes sudah dua kali mengajukan audiensi dan perbaikan revitalisasi sungai ke Kabupaten Malang dan sampai hari ini tak ada realisasinya, malah pengaspalan jalan yang dilakukan" tegas Jony.

Ia mengaku kecewa dengan sistem pemerintah yang mempunyai skala prioritas. 

Padahal masalah banjir merupakan masalah yang serius. Menurutnya Pemkab Malang cenderung tebang pilih dan tidak tahu kondisi lapangan.

"Apa tunggu rumah sampai tenggelam dulu baru direalisasikan?" tegas Jony.

Sekitar 50 kepala keluarga yang menjadi dampak dari banjir seperti yang dituturkan oleh Jony.

“Ada sekitar 50 kepala keluarga yang terdampak banjir,” kata Jony.

Dalam aksi penggalangan koin ini, warga menuntuk Pemkab Malang segera merevitalisasi Sungai Dermo dan melakukan perbaikan jembatan Dermo yang terletak di Dusun Dermo RT 1 yang rusak karena Banjir.