MALANGTIMES - Kembali dunia maya diguncang dengan perang tagar (tanda pagar). Masih tidak jauh dengan persoalan saling dukung capres dan cawapres 2019. Dukungan yang terkadang membuat masyarakat geleng kepala dibuat bingung bahwa segala sesuatu dengan mudahnya dijadikan senjata untuk saling menjatuhkan.

Bagi mereka yang tidak termasuk dalam cebong dan kampret, apalagi yang tidak begitu antusias menjelajah media sosial, berbagai perang tagar antara kedua belah pihak membuatnya bertanya-tanya. "Apa sih yang diperebutkan mereka. Sedikit-sedikit ramai saling menjatuhkan. Parah sekali apalagi semuanya berawal dari media sosial. Bikin bingung dan bikin tidak nyaman saja," kata Widianto, warga Kepanjen yang sehari-hari berjualan di pasar, Minggu (17/02/2019).

Bagi Widianto, siapa pun calon presiden yang nantinya jadi, dirinya tidak terlalu ambil pusing. Apalagi sampai harus ikut saling menghujat dan menghabiskan energinya. "Tidak ada guna, Mas. Kebutuhan saya jelas menafkahi keluarga dengan jualan. Siapa pun nanti presidennya, yang penting bisa bela rakyat kecil seperti saya. Daripada saling hujat, dosa, mending kerja cari uang buat keluarga," ujarnya.

Disinggung mengenai adanya perang tagar #UninstallJokowi, Widianto menggelengkan kepalanya. Hal ini berbeda dengan yang disampaikan Nadia Wulansari, salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Kota Malang yang berasal dari Kepanjen. Dirinya menyatakan mengetahui hal tersebut. "Itu lagi trending kan di medsos. Bahkan katanya jadi trending dunia," ujar Nadia.

Perempuan berusia 21 tahun ini melanjutkan, dirinya menyayangkan dengan adanya berbagai perang-perang tagar tersebut di medsos. "Ampun rame banget sih orang-orang saling menjelek-jelekkan orang lain. Kita kayak dipecah jadi dua dan harus saling menjatuhkan. Bikin kita semakin malas dengan politik-politikan," ungkapnya kecewa.

Tagar #UninstallJokowi memang sedang menjadi hit. Bahkan, sejak tanggal 15/02/2019 tagar tersebut merangkak begitu cepat. Mengalahkan trending #UninstalBukalapak yang sempat begitu ramai juga. Sampai-sampai Presiden Jokowi memberikan pernyataan kepada masyarakat untuk tidak melakukan ajakan gerakan uninstall Bukalapak.

Tercatat #UninstallJokowi telah mencapai 171.413 cuitan sampai Jumat malam kemarin. Kini terus meroket dan semakin diramaikan oleh para pendukung paslon nomor 02. Bahkan di worldwide trend, tagar ini juga bertengger di posisi pertama dengan 78,9 ribu cuitan. Mengalahkan #FakeTrumpEmergency.

Warganet luar negeri pun kebingungan dengan adanya tagar yang menyodok naik popularitasnya tersebut. Seperti yang dituliskan beberapa warganet di luar negeri, seperti @nephilaxmus. 

"Sandwich Top Worldwide Trends. #UninstallJokowi #FakeTrumpEmergency #ShutdownJokowi. Tagar tentang Donald Trump diapit 2 tagar Jokowi. Akan menarik perhatian dunia," tulisnya @nephilaxmus.

Hal sama disampaikan beberapa warganet dari luar negeri yang kebingungan atas maraknya #UninstallJokowi dan  #ShutdownJokowi seperti di bawah ini :