Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan Dinilai Terlalu Mahal, Ketua DPRD Siap Batalkan

MALANGTIMES - Polemik pengadaan mobil dinas pimpinan DPRD Kota Malang masih terus bergulir. Beragam penolakan terus disampaikan kepada para pemegang kursi legislatif tersebut. Masih sama seperti sebelumnya, penolakan dilakukan lantaran pengadaan harga kendaraan tersebut dinilai terlalu mahal.

Menanggapi sederet protes yang terus masuk, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto menyampaikan bahwa dirinya siap mengurungkan rencana pengadaan kendaraan dinas tersebut. Penolakan itu akan dilakukan karena mobil yang dia kenakan saat ini memang masih dalam kondisi fisik yang bagus dan tidak ada masalah. "Kalau memang harus ditolak, maka akan ditolak," katanya kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan dinas senilai kurang lebih Rp 5 miliar itu adalah perencanaan sebelum dilakukan pergantian antar-waktu (PAW). Dia juga menilai jika penerapan anggaran tersebut memang terlalu tinggi dibandingkan harga mobil dengan spesifikasi yang telah ditetapkan  tahun ini.

"Memang ada aturan yang mengatakan jika bisa ganti kendaraan setiap lima tahun sekali. Tapi kalau masih bagus. saya rasa tidak perlu," ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji sebelumnya juga sempat mengutarakan pendapatnya tentang pengadaan mobil dinas tersebut. Sutiaji menilai jika penerapan anggaran itu memang terlalu tinggi sehingga masih akan dilakukan evaluasi.

"Akan dilihat nanti, pasti akan ada survei karena pengadaan biasanya dilakukan saat sesudah PAK. Saya juga sempat kaget karena waktu pengadaan tahun lalu saya sedang masa cuti kampanye," ungkap Sutiaji belum lama ini. 

Top