Ilustrasi pelaku pencurian kotak amal saat diamankan warga di Kecamatan Kepanjen. (Foto : Facebook)
Ilustrasi pelaku pencurian kotak amal saat diamankan warga di Kecamatan Kepanjen. (Foto : Facebook)

MALANGTIMES - Jagat maya kembali digemparkan kasus pencurian kotak amal. Pelakunya adalah JPS, warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen.

Berdasarkan pendalaman MalangTIMES, aksi pencurian itu terjadi di Masjid As-Syafi’iyah yang berlokasi di Jalan Kolonel Kusno, Dusun Ngempit, Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (16/2/2019) pagi.

Adalah Andi Susanto, salah satu pengguna Facebook, yang mem-posting kasus pencurian kotak amal tersebut. “Jare arek sengguruh, njokok kotak amal masjid nok tegalsari, dan sdh diamankan ,brngkali ono sing kenal ..info e ngono tok (Informasinya anak Desa Sengguruh, mencuri kotak amal masjid di wilayah Desa Tegalsari, dan sudah diamankan, mungkin ada yang kenal. Informasinya hanya sebatas itu),” tulis Andi Susanto dalam keterangan yang juga melampirkan foto saat pelaku diamankan warga.

Postingan yang diunggah dalam salah satu grup Facebook yang memiliki anggota sebanyak 118 ribu itu seketika langsung membuat penghuni grup heboh. Hingga berita ini ditulis, sedikitnya ada 236 komentar dan dibagikan sebanyak 41 kali.

“Kasus e nyolong gak pisan pindo tok (Kasus pencurian yang dilakukan pelaku tidak sekali dua kali),” tulis akun bernama Santi Dwi Lestari yang disematkan di kolom komentar.

“Mugo mugo ndang sadar cek rah nakal yo lee. Mugi mugo tobat ae (Semoga lekas sadar dan tidak nakal lagi, semoga lekas bertaubat),” tulis akun bernama Utami Ning, yang juga menanggapi postingan yang viral tersebut.

Berdasarkan penelusuran wartawan, terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan warga sekitar. Semula, pelaku kedapatan sering berseliweran di sekitar lokasi kejadian. Mengetahui hal ini, warga kemudian disiagakan untuk mewaspadai hal yang tidak diinginkan. “Pelaku Jumat (15/2/2019) berkali-kali lewat di halaman masjid,” kata Soleh Santoso (warga sekitar) saat ditemui di Polsek Kepanjen.

Benar saja, Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 06.30 waktu setempat. JPS kedapatan keluar dari halaman Masjid As-Syafi’iyah dengan gerak-gerik mencurigakan. Mengetahui hal ini, saksi kemudian bergegas melihat ke arah kotak amal yang saat itu sudah dalam kondisi rusak.

Merasa JPS adalah pelakunya, Soleh beserta warga yang lain bergegas mengejar pelaku yang saat itu memilih kabur. “Kami (massa) sempat mengejar dia (pelaku) sejauh 2 kilometer. Pelaku baru ditangkap saat kepergok perangkat desa setempat di kawasan Dusun Tempur Kemiri,” sambung pria 47 tahun ini.

Beruntung, massa yang saat itu geram tidak sempat menghajar pelaku. Sebab, perangkat desa kala itu segera mengamankan warganya yang merasa geram.

Ditemui disaat bersamaan, takmir Masjid As-Syafi’iyah M Afandi menuturkan, uang yang digasak pelaku dari kotak amal berjumlah Rp 796 ribu. “Pelaku menggunakan besi panjang untuk mencongkel kotak amal dan mengambil uang di dalamnya. Hanya uang kertas saja yang diambil. Yang uang receh dibiarkan di kotak amal,” kata pria 63 tahun tersebut.

Warga Desa Tegalsari ini menambahkan, kasus pencurian di masjid yang dia kelola bukan kali pertama. Kasus serupa sudah terjadi sebanyak dua kali. “Dua minggu lalu, kotak amal masjid yang terbuat dari kaca juga dipecah pencuri. Saat itu uang sejumlah Rp 450 ribu hilang. Pelakunya sama, yaitu JPS. Ini tadi pelaku langsung dibawa ke Polsek Kepanjen dan mengaku kalau dua kali kasus pencurian kotak amal di Masjid As-Syafi’iyah,” ucap Afandi dengan nada jengkel.

Di sisi lain, polisi masih terus mendalami kasus pencurian kotak amal tersebut. Diduga kuat pelaku sering melakukan pencurian dengan modus yang sama. Yakni spesialis pencuri kotak amal. “Betul, kami memang mendapat laporan terkait pencurian kotak amal. Ini masih pendalaman,” ujar Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo kepada MalangTIMES.