Ilustrasi, sejumlah logistik pemilu berupa bilik suara di gudang milik KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi, sejumlah logistik pemilu berupa bilik suara di gudang milik KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang mengingatkan agar warga pendatang untuk segera melakukan pendaftaran pindah pilih.

Pasalnya, proses bagi warga di luar Kota Malang yang ingin menyampaikan hak pilihnya bakal ditutup 17 Februari mendatang alias tinggal dua hari. 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Artinya, bagi warga pendatang yang belum mendaftar untuk mendapatkan form A5 diminta untuk segera datang ke kantor kelurahan atau KPU untuk melakukan pengurusan proses ini.
 

"Prosesnya cepat, hanya sekitar empat menit," kata Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosialisasi, Ashari Husein.

Ashari menyebut, cara mendapatkan form A5 ini cukup mudah. 
 

Warga yang ingin pindah pilih tinggal datang sendiri sambil membawa KTP elektronik, dan foto atau salinan Kartu Keluarga (KK). 

"Pastikan yang bersangkutan sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) daerah asalnya," tambahnya.

Selama ini, proses pindah pilih bagi warga perantau cukup rumit. 
 

"Sekarang kan mudah. Sebelumnya, kalau ingin mengurus pindah pilih ini harus pulang ke daerah asal, pemilu saat ini pemilih dipermudah," imbuhnya.

Nantinya, warga yang mengajukan proses pindah pilih akan masuk dalam daftar pemilih tambahan.
 

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Namun bagi warga pendatang yang mendaftar proses pindah pilih setelah 17 Februari, KPU masih akan melayani. 

"Bagi warga pendatang yang daftar setelah 17 Februari akan masuk dalam daftar pemilih khusus," ungkapnya.

Menurutnya, potensi pemilih pendatang cukup besar. Mengingat, Kota Malang banyak didatangi mahasiswa ataupun siswa dari luar daerah untuk menempuh pendidikan. Termasuk, pendatang dari luar Pulau Jawa. 
 

"Diprediksi jumlah pendatang di Kota Malang ada 300 ribu orang. Potensi pemilih pindahan ini cukup besar," ungkap Ashari.

Sosialisasi pindah pilih ini lebih ditekankan pada pemilih muda. Sebab jumlah pemilih pemula di Kota Malang diprediksi mencapai 80 ribu orang.

"Kami berharap pemilih pemula jadi pelopor utama pemilu. KPU berharap dukungan dari generasi millenial. Mereka punya peran menjadi pemilih cerdas dan berintegritas. Tidak ada lagi alasan bagi pemilih cerdas untuk tidak memilih," pungkas pria asal Palu ini.