Pasangan saat digrebek beralasan sedang urus durat buat nikah, padahal rumah mereka bukan fi Tulungagung (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)

Pasangan saat digrebek beralasan sedang urus durat buat nikah, padahal rumah mereka bukan fi Tulungagung (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)



MALANGTIMES - Operasi Gabungan, Satpol PP, Kodim dan Polres Tulungagung berhasil mengamankan delapan pasangan yang diduga berbuat mesum di hari Valentine, Kamis (14/02) malam. Operasi yang digelar dari siang hingga tengah malam itu berhasil mengamankan 8 pasangan bukan suami istri di berbagai hotel kelas melati yang berada di Kota Tulungagung dan Kecamatan Ngunut. 

"Dalam rangka Valentine atau hari kasih sayang, kita lakukan giat operasi dengan sasaran beberapa hotel yang berada di Tulungagung dan Ngunut. Hasilnya, kita berhasil mengamankan delapan pasangan yang bukan suami istri di dalam kamar hotel," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kanit UPPA Ipda Retno Pujiarsih.

Saat dilakukan penggrebekan, pasangan yang sedang asyik menikmati "kasih sayang" di Valentine Day tersebut rata-rata dalam keadaan tanpa busana. Bahkan, saat pintu diketuk-ketuk petugas dan dibuka beberapa diantaranya sedang kondisi telanjang lari ke kamar mandi dengan hanya menutup tubuhnya memakai handuk.
"Mereka juga kita minta untuk membuat surat pernyataan yang wajib ditanda tangani lurah dan atau kepala desa pasangan mesum tersebut serta wajib lapor ke polres," tegas Retno.

Beberapa pasangan yang digrebek selalu berusaha berkilah dan menggunakan alibi jika yang diajak nginep di hotel merupakan pasangannya dan tidak merasa bersalah. 
"Ini kami besuk Jumat (15/02) menikah, sekarang datang ke sini dan menginap karena mengurus surat-surat untuk pernikahan kami besuk," kata seorang yang diketahui bernama Padelan Hadi itu.

Namun setelah dilihat identitasnya ternyata Padelan Hadi merupakan warga Pitulung Payaman Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, sedangkan perempuan yang diajak menginap adalah Efriyanti yang merupakan warga Desa Tegalrejo Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Kok bisa ngurus suratnya di Tulungagung? 
"Kami mengurus surat di sini karena ini mau nikah siri," jawab Padelan gugup.

Mendapat jawaban Padelan yang tidak meyakinkan, polisi meminta keduanya untuk dibawa ke Mapolres Tulungagung.

Selain didata dan dilakukan pembinaan, para pasangan yang dijaring oleh 2 tim gabungan itu dikumpulkan dan membuat surat pernyataan agar para pasangan tersebut tidak lagi melakukan perbuatan yang sama di kemudikan hari. 

End of content

No more pages to load