Sri Meicharini Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang (foto: Nana/ MalangTIMES)

Sri Meicharini Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang (foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Tinggal satu pekan hari efektif. Target penggantian surat keterangan (suket) kependudukan dengan jumlah 71.627 di wilayah Kabupaten Malang menjadi bidikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Hitungan sepekan dari berita ini ditulis, yaitu akhir bulan Februari 2019 merupakan target Dispendukcapil. Dalam mengganti suket yang masih dipegang masyarakat menjadi KTP-el.
Optimisme tersebut disampaikan Sri Meicharini Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang. 

"Kami yakin sisa suket sekitar 17 ribu bisa diganti semua di akhir bulan ini. Kami sangat serius untuk menyelesaikan ini," kata Rini sapaan Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

Rini juga menerangkan, bahwa di awal Februari 2019, pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah terkait penggantian suket sebanyak 96.869. Dalam rentang waktu sekitar dua pekan, pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 25.242 suket menjadi KTP-el.  Sehingga tersisa sekitar 71 ribu suket yang akan dituntaskan.
"Optimis selesai. Kami terbiasa kerja dengan target tinggi. Teman-teman ini full untuk mengejar target tersebut," ujarnya.

Disinggung mengenai ketersediaan blangko KTP-el yang kerap membuat target penuntasan suket maupun cetak baru bagi warga tertunda, Rini juga mengatakan masih ada persedian walau tidak terlalu banyak.
 

Dirinya menyebut angka 28 ribu keping blangko KTP-el yang dipersiapkan untuk penuntasan suket tersebut. "Ini kita juga sudah bersurat kepada Kementerian Dalam Negeri untuk penambahan blangko. Sehingga kekurangan untuk penggantian suket bisa teratasi," jelas Rini.

Dengan hitungan ketersedian blangko KTP-el, kekurangan Dispendukcapil Kabupaten Malang sekitar 43 ribu keping. Dalam penuntasan pergantian suket menjadi KTP-el. Dengan sisa waktu sekitar sepekan hari efektif, Rini kembali menegaskan sikap optimis bisa menyelesaikan 71 ribu suket tersebut.

Sistem jemput bola masih menjadi strategi Dispendukcapil Kabupaten Malang dalam menuntaskan persoalan terkait administrasi kependudukan warga. Seperti yang dilakukannya secara berkesinambungan melalui kegiatan perekaman ke berbagai sekolah sampai di lapas. 

Hal ini menurut Rini cukup efektif dengan kondisi warga yang sudah wajib memiliki kartu identitas kependudukan, tapi tidak bisa bebas mengurusnya. "Kita terus sisir di dua lokasi tersebut dengan cara mendatanginya. Ini juga bagian dalam menyukseskan pemilu 2019," ujarnya.

Sedangkan untuk pelayanan pencetakan KTP-el di tingkat kecamatan, Dipendukcapil biasanya melakukan identifikasi kebutuhan di lokasi-lokasi tersebut. Sehingga proses distribusi blangko KTP-el tepat sasaran dan target. 

"Kita identifikasi wilayah mana yang membutuhkannya. Misalnya, warga kecamatan mana yang pemegang suketnya banyak dan hampir habis masanya. Kita drop terlebih dahulu wilayah itu," pungkas Rini.

End of content

No more pages to load