Korban kecelakaan akibat jalan berlubang di Jalibar, Kecamatan Kepanjen (Foto : Facebook)

Korban kecelakaan akibat jalan berlubang di Jalibar, Kecamatan Kepanjen (Foto : Facebook)



MALANGTIMES - Ratusan jalan berlubang yang ada di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), membuat ribuan penggiat media sosial (medsos) “menjerit”. Warganet berlomba-lomba menjejali komentar, di salah satu grub komunitas yang ada di Facebook.

Kehebohan itu bermula saat salah satu anggota grub memposting foto korban kecelakaan, akibat jalan berlubang yang ada di kawasan Kecamatan Kepanjen tersebut.

Jalibar Kepanjen yang baru saja ditandai sama temen temen memakan korban, Nunggu sampe berapa korban lagi pak?. Semoga lekas di benahi, karena untuk diameter dan kedalaman sudah sangat memprihatinkan dengan penerangan yang kurang. Gae kabeh dulur dulur asli malang ati ati lek moleh bengi ojo banter banter, alon seng penting kelakon wae, (Untuk semua saudara asli Malang hati-hati kalau pulang malam jangan ngebut, pelan-pelan asal kesampaian). Makasih mas mbak min,” tulis akun Facebook bernama Ghalih Kurnia Ramadhan, Sabtu (9/2/2019) tengah malam.

Berdasarkan penelusuran wartawan, identitas korban kecelakaan akibat terperosok ke jalan berlubang di Jalibar itu, hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Sebab, meski sempat diunggah ke medsos lengkap dengan foto beserta caption. Namun, insiden tersebut tidak sampai dilaporkan ke pihak kepolisian. Diketahui korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen.

“Kami tidak mendapat laporan terkait kecelakaan di Jalibar. Mungkin korban hanya luka ringan sehingga tidak dilaporkan. Anggota juga selalu piket dan tidak mendapatkan informasi tersebut,” kata Kanit Pos Lantas Polsek Kepanjen Iptu Yoyok Supandi.

Disisi lain, postingan yang diunggah ke grub facebook yang memiliki sekitar 580 ribu anggota tersebut. Sontak menuai lebih dari dua ribu tanggapan oleh warganet. Hingga berita ini ditulis, sedikitnya ada sekitar 350 komentar, dan dibagikan sebanyak 37 kali.

Seperti yang ditulis oleh akun facebook bernama Doni. “Sefeti (keamanan) kendaraan di perketat... Ambe (oleh) pak polisi.. TAPI jalan berlubang yg juga mengakibatkan kecelakaan di biarkan saja... Percuma sefeti riding (keamanan berkendara) di perketat...,” tulis Doni di kolom komentar.

Selain mengkritisi faktor jalan, warganet juga ada yang menyalahkan pemerintah. Seperti yang ditulis akun facebook bernama Fadel De Alexandro. “Pemerintah iki gk onok fungsi ne kabeh (Pemerintah tidak ada fungsinya semua),” tulisnya dalam kolom komentar.

Bahkan juga ada pengguna medsos lainnya yang sependapat jika lubang di Jalibar harus segera dibenahi, agar korban yang berjatuhan tidak semakin bertambah. “Emang udah waktunya d benahin itu  kalau malem bahaya naik mobil ae sampek terpental2 apa lgi naik sepeda,” saran akun facebook bernama Galuh Aremanita.

Jika akses jalan berlubang yang ada di Jalibar tidak segera dibenahi. Warganet juga ada yang menyarankan untuk melakukan aksi protes. Salah satunya dengan menanam buah pisang di tengah jalan, yang kedapatan lubang. “Nunggu ditanami pisang kali..,” tulis akun facebook bernama Khoir Udin, yang mendapat dukungan dari anggota facebook lainnya.

 

End of content

No more pages to load