Edi Hartono, tersangka pencabulan balita, saat digelandang ke UPPA Polres Malang.(Foto : Istimewa)
Edi Hartono, tersangka pencabulan balita, saat digelandang ke UPPA Polres Malang.(Foto : Istimewa)

MALANGTIMES -  Edi Hartono, warga Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, harus merasakan dinginnya mendekam di tahanan polisi. Gara-garanya, pria 32 tahun itu nekat mencabuli tetangganya sendiri. Parahnya, aksi bejat itu dilakukan kepada Jelita (samaran) yang saat ini masih menginjak usia 5 tahun.

Akibat perbuatannya, tersangka harus mendekam di balik jeruji penjara Polres Malang sejak awal pekan lalu. Berdasarkan pendalaman petugas, aksi pencabulan itu dilakukan tersangka di rumahnya sendiri.

Baca Juga : Pelaku Pencabulan di Jatimulyo Disebut Punya Kelainan Seks terhadap Anak

“Aksi pencabulan ini terjadi saat rumah dalam kondisi sepi. Ketika itu, istri pelaku sedang menjemput anaknya pulang mengaji,” kata Kanit Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang Ipda Yulistiana Sri Iriana, Rabu (13/2/2019).

Diperoleh keterangan, saat itu Jelita yang masih anak tetangganya sendiri pergi bermain ke rumah pelaku, Senin (4/2/2019) sore. Korban dengan pelaku sendiri memang sering bertemu. Selain bertetangga, rumah keduanya memang hanya terpaut beberapa meter.

Mengetahui kehadiran korban, Edi bukan mempersilakannya untuk bermain di ruang tamu. Tapi malah mengajak Jelita masuk ke dalam kamarnya. Saat itulah, pencabulan terjadi. Tersangka mengusap dan memasukkan jari tangannya ke (maaf) kemaluan bocah tersebut.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban mencari keberadaan Jelita ke rumah tersangka. Mendengar suara ibunya, korban bergegas keluar dari kamar pelaku.

Sang ibu merasa ada yang tidak wajar lantaran putrinya keluar dari kamar dengan kondisi baju basah dan kusut. Naluri keibuannya pun keluar dan menanyakan kepada Jelita apa yang telah menimpanya.

Mendapat pertanyaan tersebut, dengan polosnya korban menjawab jika kemaluannya baru saja digerayangi  Edi. Bahkan, baju Jelita basah lantaran digunakan untuk mengelap (maaf) sperma pelaku.

Mendengar pengakuan anaknya,  keluarga Jelita yang merasa tidak terima memutuskan untuk melaporkan pelaku ke Polres Malang. Mendapatkan laporan, beberapa personel dikerahkan untuk melakukan penangkapan. “Tersangka kami amankan di rumahnya sepulang dari bekerja,” sambung Yulistiana.

Baca Juga : Mau Beli Handphone Todongkan Pistol, Pria Ini Ditangkap Polisi

Di hadapan penyidik, Edi mengaku sudah dua kali mencabuli korban. Aksi bejat pertama dilakukan pada 3 Januari  dan yang terakhir saat kepergok keluarga Jelita pada 4 Februari lalu. 

“Semua tindakan itu saya lakukan di rumah. Saat kejadian kondisi rumah sedang sepi karena istri saya sedang keluar rumah,” terang pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli batu ini.

Edi berdalih, sebelum kejadian bejat itu terjadi, korban sedang berkunjung ke rumahnya dengan niat bermain. Lantaran kondisi rumah yang sepi, dia nekat untuk melampiaskan nafsu birahinya kepada korban.

“Saya melakukannya karena iseng saja. Selama ini dia (korban) tidak mengeluh sakit, malah sepertinya keenakan. Soalnya, jari saya tidak sampai masuk dan hanya memegang sekitar kemaluan,” ungkap Edi.