Kondisi sampah di Pasar Lawang yang tidak ada penanganan dari pihak terkait, membuat warga gerah (Ist)

Kondisi sampah di Pasar Lawang yang tidak ada penanganan dari pihak terkait, membuat warga gerah (Ist)



MALANGTIMES - Karena sampah di Pasar Lawang tidak kunjung ada penyelesaian dari pihak-pihak terkait, akhirnya warga melayangkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi melalui media sosial.

Hal itu merupakan akumulasi  dari kekesalan warga, sebab berkali-kali mereka melakukan protes atas sampah di kawasan Pasar Lawang yang terkesan dibiarkan menumpuk dan menebarkan aroma busuk.
Bahkan, persoalan sampah di Pasar Lawang pun telah membuat beberapa pihak terkait, misalnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang bereaksi atas hal tersebut.
Melalui Kepala Disperindag Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki, beberapa waktu lalu, menyampaikan, pihaknya tetap melakukan pengangkutan sampah di Pasar Lawang. "Walaupun  dengan kemampuan seadanya, baik personel kebersihan maupun alat angkut sampah itu sendiri," kata Pantjaningsih yang tidak ingin juga masalah tersebut saling lempar kesalahan antara satu dan lain OPD.
Sayangnya, usaha Disperindag tersebut tidak menyelesaikan masalah sampah yang menggunung di Pasar Lawang. Dinas Lingkungan Hidup yang sebenarnya memiliki ranah dalam persampahan pun tidak ada reaksi dalam persoalan klasik sampah di Pasar Lawang.
Kondisi inilah yang membuat  warga akhirnya tidak sabar dengan reaksi pihak terkait. Serta melayangkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi melalui media sosial.
Muslimah, seorang warganet menuliskan di akun Facebooknya terkait persoalan sampah di Pasar Lawang yang tidak ada kepastian tindak lanjutnya, Senin (11/02/2019).
Secara lengkap MalangTIMES menyuguhkan surat akun Muslimah tersebut sesuai aslinya, sebagai berikut : 
“SURAT TERBUKA BUAT BAPAK JOKOWI PRESIDEN INDONESIA
assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.. Sugeng enjing bapak presiden.
saya ingin menyampaikan rasa miris sebagai warga lawang-malang jawa timur.
Begini bapak…
Pasar lawang adalah pasar 24jam. Di mana perputaran uang dan jual beli tidak pernah tidur. Dan semestinya pasar lawang adalah penyumbang pajak terbesar dr pasar” kabupaten malang.
Tapi permasalahanya adalah sampah di pasar lawang.
#satu Tidak di kelola dengan baik dan benar. Dimana pengangkutan sampah tidak di lakukan rutin setiap hari.kadang di angkut rutin selama 3hari trus libur 2hari.. Trua di ambil rutin 1truk 1truk rutin 4 hari libir lagi 2hari sehingga sampah menumpuk menjadi gunung dan yang jelas menimbulkan berbagai penyakit bau tak sedap dan belatung di mana-mana
#dua tempat sampah pasar di jadikan pembuangan akhir dr hampir seluruh warga kecamatan lawang. Yg seharusnya hanya di pergunakan hanya untuk pasar lawang.di mana tidak ada pengawasan dr pihak pasar.
#tiga pembuangan sampah berdempetan dengan mushola dan jalan akses keluar masuk kendaraan baik mobil pribadi. Angkutan bison juga mikrolet.
#empat pihak dinas lingkungan hidup kabupaten malang yg di percaya oleh pemerintahan bertugas masalah sampah pasar lawang seakan tutup mata dan telingga
Saya atas nama warga lawang memohon dengan sanggat kepada bapak presiden agar mengintruksikan bawahanya. Agar benar” melakukan tugas kerja nya dengan baik dan benar. Kasian pak banyak warga dekat pembuangan sampah yg lena penyakit di karenakan sampah yg mengunung.
Terimah kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya jika saya menulis surat terbuka ini buat bapak presiden.
Semoga bapak presiden selalu di beri kesehatan keselamatan nikmat rohmat juga kesejahteraaan… Aamiin….”.
Inti surat dari akun Muslimah mengenai sampah di Pasar Lawang tersebut adalah sikap kecewa masyarakat terhadap dinas terkait di Kabupaten Malang yang seolah-olah menutup mata dengan kondisi yang telah meresahkan tersebut.
Selain surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, akun Achmad Junaedi juga menuliskan ajakan aksi atas sampah di Pasar Lawang. Dirinya menulis secara panjang perihal kekecewaannya. 
"Mohon doa dan dukungan warga Lawang atau yang peduli terhadap lingkungan khususnya di kota Lawang. Kita, warga Kalibiru mewakili warga Lawang akan melakukan Aksi Massa menuntut :
1. Adanya kesepakatan antara warga, DLH, Dinas Pasar serta Muspika tentang komitmen penanganan sampah Pasar Lawang.
2. Adanya janji Muspika Lawang untuk melakukan tindakan nyata mengelola sampah di Kota Lawang. Mendudukkan semua dinas terkait, juga kepala desa/Lurah se Lawang. Biar warganya tidak ekspor sampah ke Pasar juga sungai. 
Mohon kepada teman2 yg peduli dan ada waktu dimohon merapat ke lokasi jam 8 pagi. Ingat, masalah sampah ini bukan hanya masalah bagi warga kalibiru, tp warga keseluruhan. Saat ini kami yg kena TBC, tp ingat ini penyakit menular. 
Anda tidak merasa Lawang Darurat Sampah? Coba jawab pertanyaan ini: 
Selama ini Anda buang Sampah kemana??
Semakin banyak massa semakin besar pressure nya. 
Jangan lupa bawa masker..
Jangan Kasih Kendur!".

End of content

No more pages to load