Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)



MALANGTIMES - Sebanyak lima pelajar SMP di Blitar menjadi korban tindak kriminalitas. Selain dirampas harta bendanya, mereka juga disekap oleh para pelaku. 

Para korban, yakni kelima bocah itu, terdiri dari tiga anak laki-laki dan dua  perempuan. Sementara para pelakunya terdiri dari tiga orang.

Informasi yang diterima BLITARTIMES dari kepolisian, kejadian bermula saat lima pelajar ini kehabisan bensin saat berjalan beriringan. Tiba-tiba korban dipepet ketiga pelaku dan mengancam untuk menyerahkan HP. Dalam sekejap, HP mereka dirampas dan mereka diajak ke pasar di wilayah Papungan, Kecamatan Kanigoro.

Kelima korban disekap di dua tempat berbeda. Lokasi pertama untuk menyekap tiga pelajar laki-laki. Sementara lokasi kedua dipakai untuk menyembunyikan dua pelajar perempuan. 

"Saat disekap, satu di antara kelima korban  berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kanigoro," ungkap Kasubag Humas Polres Blitar Iptu Burhanudin, Minggu  (10/2/2019).

Saat didatangi ke lokasi, para korban masih dalam kondisi disekap. Namun ketiga pelaku kabur.  Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengamankan dua di antara tiga pelaku. Keduanya diamankan di perempatan Yonif 511/DY Kota Blitar beserta barang bukti HP rampasan dan motor yang digunakan saat beraksi. 

"Ada dua pelaku yang sudah berhasil kami amankan. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Untuk identitas korban dan pelaku, kami belum bisa mengungkapkannya. Sekarang semua sedang kami minta keterangan supaya motif dan pelaku lainnya bisa segera tertangkap," pungkas Iptu Burhanudin. 

End of content

No more pages to load