Tugu Djoen berada di simpang tiga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Tugu Djoen berada di simpang tiga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Ada yang unik jika melintasi simpang tiga di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. 

Tepat di persimpangan itu terdapat tugu yang memiliki simbol sejarah dari Desa Junrejo.

Tugu itu baru saja diperbaiki ulang oleh pihak desa. Saat ini masyarakat bisa melihat tugu baru tersebut. Tugu itu di atasnya terdapat gentong dan sebuah keris. 

Lalu terdapat besi dan kawat yang mengelilingi tugu tersebut. Kawat-kawat itu membentuk daun dan bunga untuk mempercantik tugu tersebut.

Bahkan rencananya masih akan ditambah lampu warna-warni di malam hari, agar memperlihatkan keindahnya dengan lampu-lampu.

Tugu ini memiliki tinggi 10 meter dan sudah ada sejak belasan tahun lamanya. 

Namanya Tugu Djoen. Tugu Djoen ini memiliki arti wadah air yang ditunjukkan dengan bentuk gentong. 

Sedangkan Redjo berarti ramai. Jika digabungkan Djoen dan Redjo menjadi nama Desa Junrejo.

“Dulunya tugu itu memiliki gentong yang memiliki nilai sejarah. Tapi, gentong aslinya sudah hilang saat penjajahan Belanda. Dan sempat ditemukan dan di museumkan disalah satu museum di Jakarta,” kata Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan.

Ia menambahkan dengan diperbaiki ulang tugu tersebut untuk mempercantik disetiap sudut Desa Junrejo. 

Sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat dan wisatawan jika Desa Junrejo kental akan sejarah.

“Karena tugu ini adalah ikon dari desa ini, kita berupaya untuk mempercantiknya. Supaya wisatawan tahu bahwa tugu itu ada sejarahnya,” imbuhnya, Minggu (10/2/2019).

Terlebih memang belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang sejarah dari Desa Junrejo.

Untuk perbaikan Tugu Djoen tersebut pihaknya menggunakan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp 12 juta. 

Menurutnya, ke depan akan terus menggali data sejarah Desa Junrejo dari berbagai pihak. 

Ke depan pihaknya bakal mengagendakan kembali rembuk bersama tokoh di desa ini untuk membukukan sejarah Desa Junrejo ini.

“Karena Desa Junrejo masih belum memiliki salinan sejarah tentang Desa Junrejo. Jadi kami mengusahakan setidaknya memiliki buku tentang sejarah tentang Desa Junrejo,” tutup Andi. 

End of content

No more pages to load